LANGIT7.ID, Jakarta - Sejak Oktober 2021 lalu, Netflix meluncurkan koleksi cerita Palestina yang mencakup berbagai film dan acara TV terkait sejarah negara ini, dulu dan sekarang.
Film itu menggambarkan 'kehebatan sinema Palestina', jangkauan
platform streaming awalnya terdiri dari 32 film, dengan potongan tambahan ditambahkan dalam rentang waktu seminggu.
Meski langkah ini dikecam sebagai kontroversi oleh beberapa penggemar
Netflix yang tidak puas, mayoritas melihat ini sebagai kemenangan. Sebab, karya audio-visual itu menyoroti penindasan yang dihadapi rakyat Palestina.
Langit7.id merangkum lima film yang sangat cocok menemani akhir pekan Anda. Film tersebut tidak semua menampilkan malapetaka dan kesuraman bangsa Palestina. Ada beberapa kisah-kisah Palestina yang dikemas dalam komedi ringan. Berikut daftarnya:
1. We Have 3000 Nights (2015)Film ini diangkat berdasarkan peristiwa kehidupan nyata. Film yang berdurasi 1 jam 35 menit itu menceritakan kisah menyayat hati seorang pengantin baru Palestina. Ia dituduh membantu seorang remaja Palestina dalam upaya serangan di sebuah pos pemeriksaan militer.
Saat ditangkap, tokoh utama menolak mengakui tuduhan tersebut. Sikap itu membuat sang tokoh utama mendapat hukuman penjara selama 8 tahun. Hal paling menyayat hati adalah tokoh utama tengah hamil.
Cerita berlanjut saat sutradara mengajak penonton menyaksikan pergolakan yang dialami tokoh utama. Ia harus menjalani hari-hari sebagai tahanan politik yang membesarkan bayi laki-laki di dalam penjara.
Mengerikan dan menyayat hati. Anda disarankan menyediakan beberapa tisu saat menonton film ini.
2. Ave Maria (2015)Drama pendek 14 menit yang disutradarai oleh Basil Khalil, pria Palestina-Inggris, menampilkan pertemuan lucu pemukim Israel dan biarawati Palestina. Pertemuan itu terjadi setelah mobil mereka tersebut mogok di depan sebuah biara.
Dari situ, para pemukim tersebut melihat sekilas seperti apa kehidupan orang Palestina di Tepi Barat.
3. Children of Shatila (1998)Film dokumenter ini memang sudah lama tayang. Penonton dihadapkan pada kisah dua anak yang tinggal di kamp pengungsi Shatila di Beirut 50 tahun setelah kakek-nenek mereka diasingkan dari Palestina.
Film itu menceritakan tentang kehilangan dan perang. Tentu, sangat cocok untuk menemui akhir pekan Anda.
4. Condom Lead (2013)Film pendek ini sedikit lebih tidak biasa. Meski hanya berdurasi 14 menit, film mengekspos upaya keintiman pasangan Palestina yang sudah menikah yang berulang kali terganggu oleh suara bom Israel.
Namun, percaya atau tidak film itu masuk nominasi untuk
Palm d'Or di Festival Film Cannes.
5. Pomegranates and Myrrh (2009)Film ini dibintangi oleh Yasmine Al Massri, Ashraf Farah dan Ali Suliman. Film ini bercerita tentang seorang wanita Palestina yang memainkan Dabke (tarian rakyat tradisional). Ia menari setelah kehilangan suami karena ditangkap oleh otoritas Israel.
Film itu menggunakan iklim politik pada saat itu namun sama sekali tidak mengurangi alur cerita yang sebenarnya. Film ini berjalan di garis tipis antara keadaan eksternal dan internal dan bagaimana mereka dapat membangun atau menghancurkan seseorang.
Terakhir, ada juga lanjutan film yang berjudul
Eyes of a Thief (2014) yang bisa ditonton di
Netflix.
(jqf)