Israel membekukan pendanaan
Ophir, penghargaan film setara Oscar di Israel, setelah film "The Sea", yang disebut 'pro Palestina', menang.
Dilansir dari TRT World, Kamis (18/9/2025), Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar mengatakan pemerintah akan membekukan pendanaan
ajang Ophir setelah
film tentang bocah Palestina memenangkan penghargaan film terbaik.
Baca juga: 5 Film Palestina di Netflix yang Bisa Temani Akhir PekanOphir, ajang yang setara Oscar di Israel, memberikan penghargaan film terbaik tahun 2025 kepada Hayam, sebuah
kisah tentang seorang bocah Palestina berusia 12 tahun dari Tepi Barat yang bermimpi pergi ke Tel Aviv untuk melihat laut.
Film yang disutradarai oleh Shai Carmeli-Pollak ini memenangkan lima penghargaan lainnya, termasuk aktor terbaik untuk Mohammad Ghazaoui, menjadikannya penerima termuda.
Menerima penghargaan sebagai film terbaik di ajang tersebut, menjadikan Hayam sebagai perwakilan Israel untuk Academy Awards tahun depan dalam kategori film panjang internasional.
"Setelah film pro-Palestina Hayam, yang mendiskreditkan para prajurit heroik kita saat mereka berjuang melindungi kita, memenangkan penghargaan Film Terbaik pada upacara Ophir 2025 yang memalukan, saya memutuskan untuk menghentikan pendanaan upacara tersebut dengan uang warga negara Israel," ujar Zohar dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa pemotongan dana tersebut akan berlaku mulai tahun depan.
Pada acara penghargaan, beberapa seniman berpakaian hitam menyerukan diakhirinya pembantaian di Gaza.
Baca juga: No Other Land, Film Dokumenter Kisah Pahit Penggusuran Warga Palestina Menang Oscar‘Kebebasan artistik’Zohar, anggota partai Likud Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menuduh film tersebut mencemarkan nama baik pasukan Israel.
"Bahwa film pemenang penghargaan ini menggambarkan tentara heroik kita dengan cara memfitnah dan salah saat mereka berjuang dan mempertaruhkan nyawa untuk melindungi kita," katanya.
Akademi Film dan Televisi Israel, penyelenggara
penghargaan Ophir, menegaskan bahwa keputusannya memenangkan Hayam karena keunggulan sinematik, kebebasan artistik, dan kebebasan berekspresi.
Ini bukan pertama kalinya Zohar mengkritik film-film Israel bertema Palestina. Maret lalu, ia menyebut Academy Award yang memberikan penghargaan pada film dokumenter Israel-Palestina "No Other Land" sebagai "momen menyedihkan bagi dunia perfilman."
Film dokumenter tersebut, yang disutradarai oleh Basel Adra dari Palestina dan Yuval Abraham dari Israel, mendokumentasikan pemindahan paksa warga Palestina di Masafer Yatta oleh pasukan dan pemukim Israel.
Baca juga: Dua Film Dokumenter Palestina Hadir di Cannes Film Festival(est)