BMKG: Ada Ancaman Bencana Hidrometeorologi Pasca Gempa Pasaman
Ummu hani
Selasa, 01 Maret 2022 - 11:16 WIB
Kondisi sebuah rumah pasca bencana alam. Foto: LANGIT7/iStock
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya ancaman lanjutan usai guncangan gempa magnitudo 6.2 yang terjadi Jumat, (26/2) di Pasaman, Jawa Barat.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, bukan lagi gempa susulan, ancaman yang dimaksud adalah potensi bencana hidrometeorologi, berupa longsor, banjir, dan banjir bandang di area hulu sungai lereng Gunung Talamau.
"Gempa susulan jauh melandai, kewaspadaan masyarakat harus bergeser. Akibat dari masih berlangsungnya musim penghujan, teridentifikasi luapan banjir sedimen mencapai radius kurang lebih 200 meter dari tepi sungai, apabila hujan turun di lereng Gunung Talamau," ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Analisis BMKG soal Gempa Pasaman Barat, Terasa hingga Malaysia dan Singapura
Dwikorta menuturkan, situasi bencana pascagempa diperkirakan akan berlangsung hingga April 2022, selama musim penghujan masih berlangsung.
"Situasi ini diperkirakan akan berlangsung pada Maret hingga April 2022, warga harus waspada," tuturnya.
Lebih lanjut, Dwikorta menegaskan, warga harus menjauhi zona sekitar sungai untuk menghindari risiko berbahaya akibat banjir.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, bukan lagi gempa susulan, ancaman yang dimaksud adalah potensi bencana hidrometeorologi, berupa longsor, banjir, dan banjir bandang di area hulu sungai lereng Gunung Talamau.
"Gempa susulan jauh melandai, kewaspadaan masyarakat harus bergeser. Akibat dari masih berlangsungnya musim penghujan, teridentifikasi luapan banjir sedimen mencapai radius kurang lebih 200 meter dari tepi sungai, apabila hujan turun di lereng Gunung Talamau," ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Analisis BMKG soal Gempa Pasaman Barat, Terasa hingga Malaysia dan Singapura
Dwikorta menuturkan, situasi bencana pascagempa diperkirakan akan berlangsung hingga April 2022, selama musim penghujan masih berlangsung.
"Situasi ini diperkirakan akan berlangsung pada Maret hingga April 2022, warga harus waspada," tuturnya.
Lebih lanjut, Dwikorta menegaskan, warga harus menjauhi zona sekitar sungai untuk menghindari risiko berbahaya akibat banjir.