Spesialis Paru: Varian Delta Tiga Kali Lebih Cepat Bermutasi
Ahmad zuhdi
Selasa, 27 Juli 2021 - 07:25 WIB
Vaksinasi Covid-19. Foto: Antara
Kesehatan adalah investasi mahal bagi setiap orang, terutama Muslim. Dengan badan yang sehat, seorang Muslim dapat banyak melakukan amal, ibadah, dan meningkatkan kualitas takwa.
Hanya saja, seringkali orang abai dengan hal tersebut. Bahkan di masa pandemi dengan berbagai varian virus baru yang muncul, menjaga imunitas adalah modal utama untuk tetap sehat.
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RS Persahabatan Jakarta, dr. Erlina Burhan, menjelaskan varian delta tiga kali lebih cepat penularannya dari Covid-19. Sebab virus bisa bermutasi.
"Penting diingat bahwa varian delta tidak memilih usia. Resiko dan gejala akan tetap sama menjangkau pada semua jenjang usia, baik anak-anak hingga usia tua, terutama beresiko kematian pada orang yang memiliki komorbid (peyakit bawaan)," ujarnya dalam kegiatan Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat belum lama ini.
Ia mengingatkan, virus dapat bermutasi untuk bertahan hidup dalam tubuh seseorang. Jika virus bisa bermutasi, maka hendaknya setiap orang bisa bermutasi pula pada gaya hidup baru yang lebih bersih, sehat, disiplin, dan teratur.
Berkaitan dengan protokol kesehatan (prokes), menurut dr. Erlina, varian delta prokesnya masih sama dengan virus sebelumnya, di antaranya rajin mencuci tangan, wajib memakai masker, menjaga jarak aman dua meter, menghindari keramaian, dan tetap dirumah.
"Dua poin terakhir boleh dilonggarakan jika terpaksa, namun tetap menjaga tiga poin pertama," katanya.
Hanya saja, seringkali orang abai dengan hal tersebut. Bahkan di masa pandemi dengan berbagai varian virus baru yang muncul, menjaga imunitas adalah modal utama untuk tetap sehat.
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RS Persahabatan Jakarta, dr. Erlina Burhan, menjelaskan varian delta tiga kali lebih cepat penularannya dari Covid-19. Sebab virus bisa bermutasi.
"Penting diingat bahwa varian delta tidak memilih usia. Resiko dan gejala akan tetap sama menjangkau pada semua jenjang usia, baik anak-anak hingga usia tua, terutama beresiko kematian pada orang yang memiliki komorbid (peyakit bawaan)," ujarnya dalam kegiatan Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat belum lama ini.
Ia mengingatkan, virus dapat bermutasi untuk bertahan hidup dalam tubuh seseorang. Jika virus bisa bermutasi, maka hendaknya setiap orang bisa bermutasi pula pada gaya hidup baru yang lebih bersih, sehat, disiplin, dan teratur.
Berkaitan dengan protokol kesehatan (prokes), menurut dr. Erlina, varian delta prokesnya masih sama dengan virus sebelumnya, di antaranya rajin mencuci tangan, wajib memakai masker, menjaga jarak aman dua meter, menghindari keramaian, dan tetap dirumah.
"Dua poin terakhir boleh dilonggarakan jika terpaksa, namun tetap menjaga tiga poin pertama," katanya.