Pemalsu Hasil Swab, Begini Cara Sindikat Masuk ke Sistem PeduliLindungi
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 01 Maret 2022 - 14:07 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Polresta Bandara Soekarno-Hatta menemukan sindikat pembuat surat hasil swab PCR dan antigen palsu yang terhubung ke aplikasi PeduliLindungi, Jumat (25/2/2022).
Menanggapi upaya kepolisian tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Digital Transformation Office (DTO) bergegas melakukan investigasi di internal terkait dugaan peretasan aplikasi PeduliLindungi.
Hasil investigasi DTO Kemenkes tidak menemukan adanya indikasi pembobolan terhadap aplikasi Pedulilindungi, melainkan yang bersangkutan mendapatkan user id entry lab pemeriksa yang selanjutnya digunakan untuk memasukkan data palsu ke sistem NAR.
Baca juga: Vaksin Booster Dimulai Hari Ini, Cek Tiket Vaksinasi di PeduliLindungi
"Kami telah melakukan investigasi menyeluruh atas temuan tersebut. Hasilnya tidak ada aktivitas ilegal yang mengarah ke pembobolan PeduliLindungi, jadi mereka ini pakai user id entry untuk memasukkan data palsu hasil swab ke sistem NAR," kata Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji di Jakarta, seperti dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (1/3/2022).
Setiaju mengatakan, aktivitas yang dilakukan oleh sindikat tersebut tidak sampai menganggu operasional aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi tetap berjalan seperti sediakala.
Namun demikian, aktivitas ilegal ini justru mendatangkan kerugian bagi diri sendiri dan orang sekitar terutama kelompok rentan karena berpotensi memperluas penyebaran COVID-19. Untuk itu, pelaku perjalanan diminta untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk mencegah penularan COVID-19 yang semakin luas.
Menanggapi upaya kepolisian tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Digital Transformation Office (DTO) bergegas melakukan investigasi di internal terkait dugaan peretasan aplikasi PeduliLindungi.
Hasil investigasi DTO Kemenkes tidak menemukan adanya indikasi pembobolan terhadap aplikasi Pedulilindungi, melainkan yang bersangkutan mendapatkan user id entry lab pemeriksa yang selanjutnya digunakan untuk memasukkan data palsu ke sistem NAR.
Baca juga: Vaksin Booster Dimulai Hari Ini, Cek Tiket Vaksinasi di PeduliLindungi
"Kami telah melakukan investigasi menyeluruh atas temuan tersebut. Hasilnya tidak ada aktivitas ilegal yang mengarah ke pembobolan PeduliLindungi, jadi mereka ini pakai user id entry untuk memasukkan data palsu hasil swab ke sistem NAR," kata Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji di Jakarta, seperti dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (1/3/2022).
Setiaju mengatakan, aktivitas yang dilakukan oleh sindikat tersebut tidak sampai menganggu operasional aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi tetap berjalan seperti sediakala.
Namun demikian, aktivitas ilegal ini justru mendatangkan kerugian bagi diri sendiri dan orang sekitar terutama kelompok rentan karena berpotensi memperluas penyebaran COVID-19. Untuk itu, pelaku perjalanan diminta untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk mencegah penularan COVID-19 yang semakin luas.