LANGIT7.ID-, Jakarta - - AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait perpanjangan waktu penutupan sementara terhadap ruang udara pada tiga bandar udara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM), terdapat tiga bandara yang ditutup sementara yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), dan Bandara Radin Inten II (WILL).
Informasi sebelumnya, untuk Bandara Internasional Soetta ditutup sementara pada Minggu, 6 September 2029 mulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB. Namun informasi terbaru Bandara tersebut hingga saat ini masih berstatus closed berdasarkan NOTAM A3346/26 (NOTAMR A3344/26), dengan masa berlaku mulai pukul 08.36 WIB dan estimasi dibuka kembali pukul 13.30 WIB, hari ini.
Baca juga: Anak Krakatau Erupsi, Bandara Soetta Ditutup, 33 Penerbangan Domestik & Internasional TerdampakSementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma diperpanjang penutupannya melalui NOTAM A3347/26 (NOTAMR A3345/26). Penutupan berlaku sejak pukul 09.49 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB.
Serta untuk Bandara Radin Inten II, penutupan diperpanjang melalui NOTAM B1125/26 (NOTAMR B1124/26) sejak pukul 09.55 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Langit7, AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkala sesuai perkembangan kondisi terkini untuk mendukung keselamatan penerbangan.
Baca juga: Bandara Soetta Ditutup, Calon Penumpang Ramai-ramai Ajukan Reschedule Hingga RefundAirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan dalam memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi, Meteorologi, dan Geofisika (PVMBG) dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada Sabtu malam, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 50.000 ft teramati ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.
Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah tenggara-selatan, mencakup sebagian Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.
Baca juga: Simak Cara Melindungi Diri dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau(lsi)