Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten mulai Selasa (8/9/2026) dini hari kembali melayani penerbangan, setelah beberapa hari ditutup.
Perlu dipahami bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa, dimana abu vulkanik mengandung silika kristalin, dan dapat mengganggu kesehatan anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan 5 hal yang harus dilakukan orangtua demi melindungi anak.
Di tengah situasi sebaran abu vulkanik yang melanda sejumlah wilayah, peningkatan kewaspadaan amat diperlukan. Termasuk persoalan menjemur pakaian di luar rumah. Yang menjadi pertanyaan, apakah aman menjemur pakaian di luar seperti biasa? Simak solusinya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik yang tinggi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam, sebaran abu vulkanik akibat erupsi tersebut telah menyebar ke berbagai wilayah. Pada Senin (7/9) pagi ini, abu vulkanik terdeteksi ke arah sebaran berbeda.
OMC dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan, mengingat sejumlah bandara masih ditutup karena faktor keamanan dan keselamatan terkait dampak abu vulkanik.
Sekolah di Jakarta menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 7 September 2026 sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali megatakan, jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait perpanjangan waktu penutupan sementara terhadap ruang udara pada tiga bandar udara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satunya adalah Bandara Soetta yang mengalami perpanjangan penutupan.
Rumah eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Anies membagikan tips melindungi diri, rumah, kendaraan, dan kesehatan.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas hingga Jawa dan Sumatera. Kenali dampaknya bagi kesehatan, mulai dari iritasi mata hingga gangguan pernapasan.
Abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke sejumlah wilayah. Masyarakat diminta jangan panik dan sebaiknya menghindari keluar rumah. Jika terpaksa keluar rumah, wajib mengetahui beberapa langkah melindungi diri dari sebaran abu.