Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 07 September 2026
home lifestyle muslim detail berita

IDAI Sarankan 5 Hal Ini untuk Lindungi Anak dari Dampak Abu Vulkanik

lusi mahgriefie Senin, 07 September 2026 - 11:33 WIB
IDAI Sarankan 5 Hal Ini untuk Lindungi Anak dari Dampak Abu Vulkanik
Foto: istimewa
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, telah terdeteksi di sejumlah wilayah. Anak-anak menjadi yang paling rentan terkena dampak dari abu vulkanik.

Perlu dipahami bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa, dimana abu vulkanik mengandung silika kristalin, dan dapat mengganggu kesehatan anak.

Menurut Dr.dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diantara gangguan kesehatan terhadap anak yang dimaksud, yaitu:

- Anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalaya.

- Anak bisa mengalami gangguan psikologis, seperti stres, cemas ataupun gejala PTSD subklinis. PTSD sendiri merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.

- Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik secara kronis.

Baca juga: Amankah Menjemur Pakaian Saat Abu Vulkanik Bertebaran? Ini Solusinya

Dengan demikian, IDAI menyarankan lima hal penting yang bisa dilakukan orangtua untuk melindungi anak, di tengah sebaran abu vulkanik yang kian meluas.

1. Tetap dalam rumah

- Tutup rapat jendela dan pintu. Lakban celah bila perlu.
- Tunda bermain di luar rumah. Pindahkan kegiatan dalam rumah: gambar, buku, permainan.
- Pel lantai basah. Jangan disapu kering, karena akan menyebabkan abu akan terbang lagi.
- Tutup tandon dan wadah air. Cuci sayur dan buah lebih teliti.

2. Gunakan masker tepat sesuai usia anak

- Anak lebih besar: Gunakan masker N95, KN95 atau masker yang menutup rapat saat keluar rumah.
- Bayi dan balita kecil: Jangan dipakaikan N95, sebab risiko sesal tinggi. Perlindungan terbaik tetap di dalam ruangan tertutup.
- Anak dengan asma. Obat pelega napas harus selalu siap di tangan. Ikuti rencana dari dokternya.
- Tidak ada N95? Masker bedah berlapis atau kain lembab tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

Baca juga: Update Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Makin Menyebar ke Arah Barat

3 Lindungi mata dan kulit

- Mata perih? bilas dengan air bersih mengalir, jangan dikucek
- Lepas lensa kontak pada remaja yang pakai lensa kotak
- Kacamata renang atau goggle jika terpaksa keluar rumah
- Gunakan baju dan celana yang menutupi tubuh jika terpaksa keluar rumah
- Mandi dan ganti baju setiap Kembali dari luar rumah

4. Komunikasi dengan anak, bukan menakuti

- Usia 3-5 tahun:
Orangtua yang memiliki anak di fase usia ini harus menjelaskan menggunakan bahasa yang sederhan. Pemilihan kata pun harus disesuaikan dengan usia.
Contohnya: "Gunungnya sedang batuk. Kita main di dalam supaya aman."

- Usia 6 sampai 10 tahun:
Jelaskan apa itu abu dan mengapa kita menutup jendela

- Remaja:
Libatkan dalam menyiapkan tas siaga keluarga.

- Validasi rasa takut:
Tidak menyalahkan anak kita mengungkapkan perasaan takut ajan situasi dan kondisi saat ini. Misalnya, anak diajak bicara "Wajar merasa takut, kita sudah bersiap," tambah dr. Yogi.

- Batasi video seram di media sosial.
- Cek kebenaran kavar seblun diteruskan.

5. Kenali tanda bahaya, segera ke Puskesmas atau rumah sakit apabila anak:

- Sesak atau napas cepat
- Bibir atau ujung jari kebiruan
- Batuk tidak berhenti, terutama pada anak asam
- Mata merah dan nyeri tidak membaik setelah dibilas
- Bayi malas menyusu atau lemas

Dalam kesempatan tersebut, IDAI juga mengimbau agar orangtua harus bersiap dan anak harus tetap merasa aman.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 07 September 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:54
Ashar
15:10
Maghrib
17:55
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan