LANGIT7.ID-, Jakarta - - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam, sebaran abu vulkanik akibat erupsi tersebut telah menyebar ke berbagai wilayah. Pada Senin (7/9) pagi ini, abu vulkanik terdeteksi ke arah sebaran berbeda.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), masih terdapat sebaran Abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu penerbangan.
Abu vulkanik tercatat telah menyebar ke arah Jakarta, Lampung, hingga Jawa Barat dan kini menyebar ke arah berbeda.
"Abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau, terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda," demikian dilaporkan BMKG, Senin (7/9/2026) pagi.
Baca juga: BNPB Akan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Peluruhan Abu VulkanikLebih lanjut BMKG memaparkan sebaran yang dimaksud yaitu Sebaran 1 dengan Lapisan Rendah (permukaan 15.000 ft/4.57 km) bergerak ke arah Tenggara hingga Barat Laut mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat dan perairan sekitarnya.
"Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak," demikian laporan BMKG.
![Update Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Makin Menyebar ke Arah Barat]()
Sementara itu Sebaran 2 dengan Lapisan Tinggi (permukaan 50.000 ft/15.24 km) bergerak ke arah Barat daya hingga Barat, mencakup Samudra Hindia di sebelah Barat sampai Barat Daya Bengkulu, Lampung, dan Banten. Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat Udara.
Pada Senin pagi ini, BMKG memperkirakan abu vulkanik akan semakin menyebar ke arah Barat.
Baca juga: Abu Vulkanik Terdeteksi di Jakarta, Dinkes DKI Imbau Warga Lindungi Pernapasan dan MataDari informasi yang dihimpun, abu vulkanik kini telah mencapai Kawasan Bandung Raya, termasuk Kota Bandung. Hal ini berdampak pada aktivitas transportasi udara. Menyebabkan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ditutup sementara dan menyusul delapan penerbangan harus dibatalkan.
Delapan penerbangan tersebut terdiri dari empat jadwal kedatangan dan empat keberangkatan.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan terus mengupdate informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait. Selain itu masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang selama beraktivitas.
(lsi)