LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan ikut terdampak
abu vulkanik akibat aktivitas
Gunung Anak Krakatau. Melalui video yang diunggah di Instagram miliknya, Anies memperlihatkan materi abu vulkanik yang menempel di kendaraan serta area rumah.
Anies yang semula akan melakukan aktivitas di area
Car Free Day (CFD) pada Ahad (6/9/2026), terpaksa harus mengurungkan niatnya itu.
"Abu vulkanik
Anak Krakatau sudah sampai di rumah kami juga di Jaksel," tulis
Anies Baswedan di unggahannya tersebut.
Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Ini Bahayanya bagi KesehatanSelain mengabarkan kondisi rumah yang
terdampak abu vulkanik Anak Krakatau, Anies Baswedan juga memberi sejumlah tips kepada masyarakat untuk meminimalisir risiko paparan.
"Pertama, sebisa mungkin tetap di dalam rumah. Apalagi untuk kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil atau yang punya gangguan pernapasan," kata Anies.
Bagi warga yang terpaksa harus keluar rumah, Anies menyarankan agar memakai masker yang tepat seperti jenis N95 atau KN95, bukan sekedar masker kain yang tipis. Pun begitu, Anies meminta agar warga tidak perlu
panic buying.Selain itu, Anies mengingatkan akan bahaya abu vulkanik bagi kesehatan, khususnya bagi paru-paru apabila terhirup secara terus menerus.
"Abu vulkanik ini mengandung silika, salah satu bahan dasar kaca. Jadi bisa menggores kulit, kaca dan yang paling berisiko itu untuk paru-paru," lanjutnya.
Tips keempat Anies meminta masyarakat untuk melindungi mata dengan memakai kacamata. Namun, bagi pengguna soft lens, Anies mengingatkan agar dilepas.
"Lepas
soft lens-nya. Dan kalau kelilipan abu, jangan digosok. Cukup dibilas dengan air bersih," tambah suami dari Fery Farhati ini.
Baca juga: Abu Vulkanik Terdeteksi di Jakarta, Dinkes DKI Imbau Warga Lindungi Pernapasan dan MataSelanjutnya, Anies menyarankan warga untuk menutup pintu dan jendela untuk mengurangi abu masuk ke dalam rumah. Kemudian, perhatikan juga untuk menutup penampungan air sepertin tandon agar abu tidak mencemari persediaan air.
Sementara untuk abu yang menempel pada kendaraan, kaca, halaman, maupun perabotan rumah, Anies mengingatkan untuk membersihkannya dengan cara yang tepat.
"Saat membersihkan mobil, siram dulu. Jangan sampai digosok pada saat masih kering karena nanti akan bisa tergores. Juga yang naik mobil jangan pakai wiper di kaca karena partikelnya bisa menggores permukaan," tambahnya.
Selain berbahaya bagi kesehatan, abu vulkanik juga dapat memengaruhi keselamatan perjalanan. Sebab, partikel abu di udara dapat mengganggu jarak pandang. Sedangkan abu yang menempel di jalanan berpotensi membuat permukaan jalan jadi licin.
Karena itu, bagi warga yang tetap harus bepergian, disarankan untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik serta jarak pandang cukup aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Simak Cara Melindungi Diri dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak KrakatauAnies Baswedan juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi. Warga diminta tidak langsung percaya atau menyebarkan kabar yang belum diketahui kebenarannya, terutama saat situasi erupsi dan sebaran abu vulkanik masih berubah.
Masyarakat juga perlu saling memperhatikan, terutama terhadap kelompok yang lebih rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan warga yang membutuhkan bantuan.
"Yuk, kita saling jaga," pesan Anies Baswedan di akhir unggahannya.
(est)