Dalam pemaparannya, Ustaz Salam menekankan pentingnya perubahan paradigma berpikir agar Persis mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa mengaburkan prinsip dasar ajaran Islam.
Dia menegaskan bahwa orientasi dakwah Persis tidak boleh bersikap terisolasi atau hanya berpikir secara sempit dalam lingkup lokal, melainkan harus bersifat universal dan global.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan TKJ bukan sekadar forum pelatihan biasa, melainkan sebuah ruang pembentukan karakter, pengujian komitmen, serta pencetakan pemimpin masa depan bagi jam'iyyah.
Saat ini, kawasan Islamic Center Persis Jakarta telah mengintegrasikan berbagai pusat kegiatan strategis jam'iyah dan pelayanan publik, seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) Jakarta dan Ma'had Utsman sebagai pusat pendidikan.
Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar, hadir sebagai pemateri utama dan menekankan bahwa aktivitas dakwah Islam harus senantiasa dibangun di atas fondasi ilmu (bashirah), bukan sekadar mengandalkan semangat atau niat semata.
Menghadapi realitas objektif peta dakwah di DKI Jakarta, Ustaz Sofyan secara jujur meminta seluruh pengurus PD untuk membuka mata terhadap kondisi jemaah dan pimpinan cabang (PC) di wilayah masing-masing.
Menurut Kiai Sofyan, pers saat ini belum maksimal dalam menjalankan peran dan fungsinya, masih didapati berita-berita yang bernuansa opini, kurang objektif, dan tidak netral.