LANGIT7.ID, Jakarta; - Ketua Pimpinan Wilayah Persis Jakarta, Al-Ustaz Sofyan Munawar, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran pimpinan wilayah dan panitia atas ikhtiar yang telah dilakukan dalam mempersiapkan acara Training Kepemimpinan Jam'iyyah (TKJ) batch 6.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan TKJ bukan sekadar forum pelatihan biasa, melainkan sebuah ruang pembentukan karakter, pengujian komitmen, serta pencetakan pemimpin masa depan bagi jam'iyyah.
"Maka mengingatkan para peserta bahwa tantangan zaman yang dihadapi saat ini tidaklah sederhana. Dinamika perkembangan dunia dan kompleksitas ideologi menuntut Persis untuk tidak hanya mencetak kader dalam jumlah yang banyak, tetapi juga melahirkan kader yang memiliki kekuatan ideologi, kematangan kepemimpinan, ketajaman pemikiran, serta kemampuan komunikasi yang handal," ujarnya di Gedung Balai Bahasa, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan tiga tantangan utama yang harus disikapi dan dijawab oleh setiap kader. Tantangan pertama adalah tantangan kapasitas, di mana kader dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berani berinovasi agar kemampuan diri tidak tertinggal.
Tantangan kedua adalah integritas, yang menuntut adanya konsistensi mutlak antara perkataan dan perbuatan nyata. Sementara tantangan ketiga berkaitan dengan perubahan zaman, di mana kader harus mampu membaca situasi, beradaptasi dengan cepat, serta menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
Guna menjawab berbagai tantangan tersebut, Ustaz Sofyan menekankan pentingnya penguatan empat pilar komitmen bagi para peserta. Komitmen pertama adalah komitmen ideologis untuk selalu teguh berpegang pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
"Komitmen kedua adalah komitmen organisasi, yang diwujudkan melalui kesiapan berkhidmat, menjaga disiplin jam'iyyah, mengutamakan solidaritas, serta mendahulukan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi," ujar dia.
"Komitmen ketiga berupa komitmen intelektual untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Terakhir adalah komitmen aksi, di mana setiap kader harus mampu menghasilkan kerja nyata dan menggerakkan program-program yang tepat sasaran," sambungnya.
Mengakhiri arahannya, ia berpesan agar kegiatan kepemimpinan ini dijadikan sebagai titik tolak perubahan yang signifikan bagi para peserta. Pulang dengan kapasitas yang lebih kuat dan komitmen yang lebih kokoh menjadi modal utama agar Persis tetap kokoh dalam prinsip, maju dalam pemikiran, serta luas manfaatnya bagi umat.
"Kita ingin kader Persis bukan hanya pewaris perjuangan, tetapi kader Persis juga adalah penatap masa depan," pungkas Ustaz Sofyan dalam kegiatan tersebut.
(zhd)