LANGIT7.ID, Jakarta; - Ribuan umat Islam turut hadir dalam kegiatan bertajuk 'Aksi Rakyat Bela Indonesia'. Aksi ini digelar sebagai bentuk tanggung jawab moral atas berbagai kegaduhan politik nasional karena ulah kelompok elit tertentu.
Inisiator Aksi Rakyat Bela Indonesia, Prof Jimly Asshiddiqie menyampaikan, meski acara ini dirancang secara singkat, namun dapat terlaksana dengan baik dan menghadirkan tokoh-tokoh nasional. "Rupanya ada hati nurani yang sama yang mempersatukan kita. Ada akal sehat yang menyatukan kita, ini namanya moral power dan logic power," ujar Jimly di lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran, Jakarta, Ahad (8/11/2026).
Menurut dia, aksi ini dilakukan mengingat kondisi bangsa dan negara yang sedang tidak baik-baik saja. Kehadiran dan keberadaan ribuan umat Islam ini dinilai sebagai bentuk perjuangan dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Jadikanlah Masjid Al-Azhar ini sebagai masjid umat, siapa yang berhimpun di Masjid Al-Azhar, merupakan bentuk perwujudan dari surat At-Taubah ayat 18. Masjid ini adalah independen, bukan milik pihak dan ormas tertentu, tapi milik seluruh umat Islam, terlebih ketika ada persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan," ujarnya.
Ia menegaskan, pertemuan di Masjid Al-Azhar ini menjadi simbol perjuangan umat Islam. "Masjid ini bukan hanya tempat shalat dan pendidikan, tetapi juga tempat perjuangan," ujarnya.
Menurut dia, dalam memperkuat bangsa dan negara, masyarakat tidak boleh larut dalam pola pikir mainstream. Masyarakat harus menjadi kelompok suara penyeimbang.
"Maka dalam Surat Al-Baqarah ayat 221 Allah mengingatkan, jika seseorang tidak mengimbangi kelompok lain, maka akan hancur suatu negeri. Karena itu kekuatan kezaliman yang sedang menggerogoti negeri ini harus diimbangi, karena ini merupakan bentuk tanggung jawab umat Islam," pungkasnya.
Pada kesempatan sama, Said Didu menyampaikan, ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden dan akan menyentuh berbagai persoalan, seperti korupsi dan sebagainya, maka serangan pasti akan datang. Dia menyerukan bagi para pengkhianat bangsa di sekitar Istana agar segera berbenah diri.
"Sekarang sudah jelas mana musuh mana kawan. Maka Pak Prabowo lanjutkan (misinya), melakukan bersih-bersih," ujarnya.
(zhd)