home global news

Konsentrasi Gas Rumah Kaca Naik, BMKG: Murni karena Manusia

Rabu, 02 Maret 2022 - 23:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer di wilayah Indonesia cenderung naik dari tahun ke tahun.

Dalam acara diskusi virtual bertajuk "Pentingnya Transisi Hijau untuk Mengatasi Krisis Iklim" yang diikuti dari Jakarta, Rabu, ia mengulas konsentrasi karbon dioksida di atmosfer naik kurang lebih dua bagian per sejuta (parts per million/ppm) setiap tahun.

"Monitoring yang dilakukan BMKG melalui stasiunnya, stasiun atmosfer global di Bukit Kototabang di Sumatera Barat, menunjukkan tren kenaikan yang sama dengan tren global," katanya, dikutip Antara (2/3/2022).

Baca juga: BMKG: Ada Ancaman Bencana Hidrometeorologi Pasca Gempa Pasaman

Menurut hasil pengukuran Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer sebesar 411,1 ppm, mendekati rata-rata global 415,02 ppm.

"Gas-gas lainnya seperti metana dan lain sebagainya konsentrasinya trennya naik dari tahun ke tahun," kata Ardhasena.

Dia juga menyoroti kenaikan konsentrasi gas rumah kaca SF6 atau belerang heksafluorida yang tidak secara natural ada di alam, tetapi merupakan hasil dari kegiatan manusia atau antropogenik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
isu lingkungan hidup bmkg lingkungan hidup bencana alam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya