home wirausaha syariah

Akselerasi Ekonomi Syariah, Wapres: Faktor Fundamental Literasi Masyarakat

Selasa, 27 Juli 2021 - 11:37 WIB
Wakil Presiden K. H. Maruf Amin saat memberikan kata sambutan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) ke-20tahun 2021 yang diselenggarakan oleh FoSSEI. Foto: Wapres RI
Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin mengatakan, dalam rangka pencapaian visi Indonesia “Menjadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia”, pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus berupaya melakukan akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

Empat fokus dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah terus didorong untuk diimplementasikan.

“Koordinasi, kerjasama dan sinergi berbagai pemangku kepentingan baik Kementerian dan Lembaga anggota KNEKS maupun institusi lainnya terus dilakukan agar berbagai program pada keempat fokus dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wapres seperti dilansir laman portal wakil presiden, Selasa (27/07).

Hal itu ditekankan Wapres saat memberikan kata sambutan pada Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) ke-20tahun 2021 yang diselenggarakan oleh FoSSEI yang mengangkat tema “Peningkatan Literasi Keuangan Syariah sebagai Upaya Akselerasi Dakwah Ekonomi Islam Indonesia yang Inklusif”, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Mantan Ketua Umum MUI itu menegaskan, salah satu faktor fundamental yang menentukan keberhasilan upaya pengembangan adalah literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Semakin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah pada masyarakat maka akan semakin tinggi pula penggunaan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat.

Pada gilirannya hal ini, lanjut Wapres, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019 menunjukkan bahwa tingkat Literasi Keuangan Syariah Nasional baru mencapai 8,93%, sedangkan Indeks Inklusi Keuangan Syariah Nasional adalah 9,1%.

Sementara survei Bank Indonesia (BI) 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi ekonomi dan keuangan sosial syariah nasional sebesar 16,2 persen.Kondisi ini mencerminkan bahwa masih diperlukan kerja keras agar pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah lebih meningkat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi syariah wakil presiden ma'ruf amin literasi ekonomi ummat wirausaha syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya