LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin mengatakan, dalam rangka pencapaian visi Indonesia “Menjadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia”, pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus berupaya melakukan akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.
Empat fokus dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah terus didorong untuk diimplementasikan.
“Koordinasi, kerjasama dan sinergi berbagai pemangku kepentingan baik Kementerian dan Lembaga anggota KNEKS maupun institusi lainnya terus dilakukan agar berbagai program pada keempat fokus dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wapres seperti dilansir laman portal wakil presiden, Selasa (27/07).
Hal itu ditekankan Wapres saat memberikan kata sambutan pada Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) ke-20tahun 2021 yang diselenggarakan oleh FoSSEI yang mengangkat tema “Peningkatan Literasi Keuangan Syariah sebagai Upaya Akselerasi Dakwah Ekonomi Islam Indonesia yang Inklusif”, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.
Mantan Ketua Umum MUI itu menegaskan, salah satu faktor fundamental yang menentukan keberhasilan upaya pengembangan adalah literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Semakin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah pada masyarakat maka akan semakin tinggi pula penggunaan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat.
Pada gilirannya hal ini, lanjut Wapres, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019 menunjukkan bahwa tingkat Literasi Keuangan Syariah Nasional baru mencapai 8,93%, sedangkan Indeks Inklusi Keuangan Syariah Nasional adalah 9,1%.
Sementara survei Bank Indonesia (BI) 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi ekonomi dan keuangan sosial syariah nasional sebesar 16,2 persen.Kondisi ini mencerminkan bahwa masih diperlukan kerja keras agar pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah lebih meningkat.
Upaya peningkatan literasi masyarakat ini terus diupayakan baik melalui jalur edukasi formal secara akademik, vokasidan profesi, maupun melalui edukasi nonformal dalam bentuk sosialiasi. Hal lain yang tak kalah penting dalam upaya peningkatan literasi adalah sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, akademisi, profesional, dunia usaha, BUMN/D, maupun mediamassa.
“Komitmen seluruh pihak untuk bersinergi ini hendaknya tidak terhalangi adanya situasi pandemi. Justru situasi ini hendaknya mendorong percepatan pemanfaatan teknologi digital agar jangkauan edukasi dan sosialisasi menjadi lebih luas,” tegasnya.
(zul)