LANGIT7.ID-Jakarta; Penguatan sektor riil menjadi arah utama pengembangan ekonomi syariah ke depan. Salah satu instrumen yang didorong untuk mewujudkannya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi langsung di tingkat masyarakat.
Dalam forum Seminar dan Talkshow Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Barat yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama Bank Indonesia dan OJK Jawa Barat pada Sabtu (11/4), Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan pentingnya kolaborasi antara MES Jawa Barat dengan program strategis nasional tersebut.
"Ekonomi syariah ke depan harus lebih fokus ke sektor riil. Salah satu kuncinya adalah penguatan koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih, yang perlu terus didorong menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa," ujar Ferry dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/4/2026).
Ia melihat KDKMP sebagai bagian penting dalam integrasi ekosistem ekonomi syariah karena memiliki unit usaha yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembiayaan mikro, ritel modern, hingga layanan kesehatan seperti klinik dan apotek, seluruhnya dinilai bisa disinergikan.
"Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi bagian dari integrasi ekosistem ekonomi syariah sebab di dalamnya ada usaha pembiayaan mikro, gerai ritel modern, klinik, apotek dan lain sebagainya yang bisa disinergikan bersama," ujar Menkop.
Menurut Ferry, keberadaan KDKMP tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjalankan tiga fungsi utama. Koperasi ini menyalurkan kebutuhan pokok termasuk barang subsidi pemerintah, menjadi offtaker produk desa, serta menjadi jalur distribusi program pemerintah pusat.
Ia juga menyoroti kesiapan infrastruktur KDKMP yang sudah mulai terbentuk. Saat ini sekitar 4.200 unit telah siap beroperasi, sementara sekitar 32.000 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Selain itu, Ferry menilai rekam jejak MES selama 25 tahun dalam mengembangkan ekonomi syariah dan industri halal menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh. Potensi pasar domestik yang besar, didorong oleh populasi muslim terbesar di dunia, dianggap sebagai peluang untuk memperluas pengaruh ekonomi syariah ke depan.
"Sekarang yang diperlukan adalah ruang kolaborasi yang mempertemukan kekuatan dari badan usaha, pemerintah, masyarakat dan komunitas. Harapan kami, sektor riil menjadi catatan utama dan menjadi program MES Jawa Barat dan juga menjadi prioritas bagi MES Nasional," tutur Ferry.
Dalam implementasinya, MES Jawa Barat didorong untuk aktif terlibat dalam penguatan pembiayaan mikro sekaligus mengisi gerai ritel modern KDKMP dengan produk-produk desa. Seluruh produk masyarakat disebut siap ditampung dan didistribusikan melalui koperasi setelah melalui proses kurasi dan inkubasi.
Melalui integrasi ini, KDKMP diyakini dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk desa sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis sektor riil.
(lam)