Marak Pamer Syariah demi Personal Branding, Ini Kata Mentor Bisnis
Mahmuda attar hussein
Selasa, 08 Maret 2022 - 15:05 WIB
Mentor bisnis, Jaya Setiabudi. (Foto: YouTube).
Saat ini lahir istilah baru yakni pamer syariah yang tujuannya untuk personal branding. Kondisi ini menyebabkan munculnya sikap materialisme.
Mentor bisnis, Jaya Setiabudi menyebutkan, setidaknya terdapat beberapa kategori pamer syariah. Salah satunya seperti pamer sedekah, demi personal branding.
"Terlepas dari dalil yang memperbolehkan atau menyarankan untuk disembunyikan, pamer sedekah yang saya maksud ini lebih cenderung untuk personal branding," jelas dia dikanal YouTubenya, Jaya Setiabudi, dikutip Selasa (8/3/2022).
Baca Juga:Lawan Flexing dan Investasi Bodong, Firman Siregar Gagas @KuliahSaham untuk Edukasi Publik
Menurutnya, menjual ayat menjadi cara cepat untuk menarik audiensi di era spiritual saat ini. Namun masalahnya, perlu diperhatikan apakah yang menggunakan ayat suci ini amanah atau tidak.
"Sudah jelas banyak kasus sedekah yang berbuntut kepentingan pribadi," jelasnya.
Selanjutnya pamer pencapaian materi dengan dalih beli tunai. Biasanya golongan ini mencemooh golongan ngutangers atau ribaers, baik utang ataupun tunai.
Mentor bisnis, Jaya Setiabudi menyebutkan, setidaknya terdapat beberapa kategori pamer syariah. Salah satunya seperti pamer sedekah, demi personal branding.
"Terlepas dari dalil yang memperbolehkan atau menyarankan untuk disembunyikan, pamer sedekah yang saya maksud ini lebih cenderung untuk personal branding," jelas dia dikanal YouTubenya, Jaya Setiabudi, dikutip Selasa (8/3/2022).
Baca Juga:Lawan Flexing dan Investasi Bodong, Firman Siregar Gagas @KuliahSaham untuk Edukasi Publik
Menurutnya, menjual ayat menjadi cara cepat untuk menarik audiensi di era spiritual saat ini. Namun masalahnya, perlu diperhatikan apakah yang menggunakan ayat suci ini amanah atau tidak.
"Sudah jelas banyak kasus sedekah yang berbuntut kepentingan pribadi," jelasnya.
Selanjutnya pamer pencapaian materi dengan dalih beli tunai. Biasanya golongan ini mencemooh golongan ngutangers atau ribaers, baik utang ataupun tunai.