Mengenal 4 Jenis Petir dan Proses Pembentukannya
Ummu hani
Kamis, 10 Maret 2022 - 13:37 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Petir merupakan fenomena alam yang erat kaitannya dengan musim hujan. Petir kerap muncul menjelang atau saat hujan turun, disertai suara gemuruh cukup kencang.
Munculnya petir saat hujan tentu melewati beberapa proses. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan, petir terjadi akibat peristiwa pemisahan muatan positif dan muatan negatif di dalam awan.
"Dua teori pemisahan yang diterima secara luas, yaitu Inductive Charge Separation (IC) dan Non-Inductive Charge Separation (NIC)," tulis LAPAN, di situs resminya, dikutip Langit7, Kamis (9/3/2022).
Baca juga:Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Dilanda Hujan Ringan hingga Petir
LAPAN menjelaskan, arus listrik petir yang muncul di langit itu memerlukan awan. Kemudian, ketika suhu permukaan mulai panas, otomatis udara hangat akan naik.
"Petir dapat melepaskan arus listrik yang tinggi dalam rentang waktu yang singkat. Diperkirakan, petir melepaskan arus listrik sebesar 80.000 Ampere dalam satu kali sambaran dengan temperatur yang mencapai 50.000 derajat Celcius, sama panasnya dengan suhu permukaan Matahari," tutur LAPAN.
Petir memiliki berbagai tipe yang mengakibatkan dampak berbeda. Petir juga dapat terjadi dari awan ke tanah (cloud to ground), awan ke awan(cloud to cloud), awan ke udara(cloud to air),dan dalam awan yang sama (intracloud). Berikut penjelasannya.
Munculnya petir saat hujan tentu melewati beberapa proses. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan, petir terjadi akibat peristiwa pemisahan muatan positif dan muatan negatif di dalam awan.
"Dua teori pemisahan yang diterima secara luas, yaitu Inductive Charge Separation (IC) dan Non-Inductive Charge Separation (NIC)," tulis LAPAN, di situs resminya, dikutip Langit7, Kamis (9/3/2022).
Baca juga:Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Dilanda Hujan Ringan hingga Petir
LAPAN menjelaskan, arus listrik petir yang muncul di langit itu memerlukan awan. Kemudian, ketika suhu permukaan mulai panas, otomatis udara hangat akan naik.
"Petir dapat melepaskan arus listrik yang tinggi dalam rentang waktu yang singkat. Diperkirakan, petir melepaskan arus listrik sebesar 80.000 Ampere dalam satu kali sambaran dengan temperatur yang mencapai 50.000 derajat Celcius, sama panasnya dengan suhu permukaan Matahari," tutur LAPAN.
Petir memiliki berbagai tipe yang mengakibatkan dampak berbeda. Petir juga dapat terjadi dari awan ke tanah (cloud to ground), awan ke awan(cloud to cloud), awan ke udara(cloud to air),dan dalam awan yang sama (intracloud). Berikut penjelasannya.