Mahasiswa UNY Buat Alat Monitoring Konsumsi Daya Listrik
Priyo Setyawan
Ahad, 13 Maret 2022 - 20:30 WIB
Prototipe alat monitoring konsumsi daya listrik barbasis IOT buatan mahasiswa UNY. (foto dok Humas UNY)
Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan alat monitoring konsumsi daya listrik berbasis internet of thing (IoT).
Dengan alat ini, masyarakat bisa melakukan penghitungan pemakaian listrik setiap hari. Sehingga pengguna listrik bisa menghitung berapa pemakaian listrik dan biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Oktania Hasna Sulistiyaningrum (prodi pendidikan teknik elektro), Patriya Rusdi Pratama (prodi pendidikan teknik mekatronika) dan Dafa Zenita Qotrunnada (prodi pendidikan teknik informatika).
Baca juga:Gunakan Listrik PLN, Peternak di Sulsel Hemat Puluhan Juta Rupiah
“Alat ini diharapkan dapat berguna untuk penghematan energi listrik di Indonesia dan menyelamatkan bumi,” kata Oktania Hasna Sulistiyaningrum dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/3/2022).
Menurut mereka, konsumen jarang atau bahkan tidak pernah mengecek berapa pengunaan per harinya. Mereka hanya langsung mendapatkan berapa tagihan yang harus dibayar tiap bulan.
Padahal dengan mengetahui pemakaian tiap harinya selain bisa mengontrol agar penggunaannya tidak terlalu banyak juga menghemat konsumsi listrik.
Dengan alat ini, masyarakat bisa melakukan penghitungan pemakaian listrik setiap hari. Sehingga pengguna listrik bisa menghitung berapa pemakaian listrik dan biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Oktania Hasna Sulistiyaningrum (prodi pendidikan teknik elektro), Patriya Rusdi Pratama (prodi pendidikan teknik mekatronika) dan Dafa Zenita Qotrunnada (prodi pendidikan teknik informatika).
Baca juga:Gunakan Listrik PLN, Peternak di Sulsel Hemat Puluhan Juta Rupiah
“Alat ini diharapkan dapat berguna untuk penghematan energi listrik di Indonesia dan menyelamatkan bumi,” kata Oktania Hasna Sulistiyaningrum dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/3/2022).
Menurut mereka, konsumen jarang atau bahkan tidak pernah mengecek berapa pengunaan per harinya. Mereka hanya langsung mendapatkan berapa tagihan yang harus dibayar tiap bulan.
Padahal dengan mengetahui pemakaian tiap harinya selain bisa mengontrol agar penggunaannya tidak terlalu banyak juga menghemat konsumsi listrik.