Airlangga Hartarto: Industri Kopi Memiliki Prospek Menjanjikan
Hasanah syakim
Senin, 14 Maret 2022 - 20:03 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan industri kopi mempunyai potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia.
Menurut Airlangga, prospek industri kopi ditanah air akan menjanjikan dalam menumbuhkan perekonomian nasional.
“Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250 persen,” kata Airlangga Hartarto dalam kegiatan Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 secara virtual dikutip Senin (14/3/2022).
Baca Juga:Madu Produksi Rumahan yang Kini Diminati Pasar Mancanegara
Airlangga mengapresiasi kepada beberapa brand kopi lokal yang berhasil melantai di bursa dan juga menguasai pasar di luar negeri, kemudian dia berharap bisa mendorong kontribusi komoditas kopi tersebut terhadap perekonomian nasional.
Menurut Airlangga, kopi menjadi komoditas perkebunan terbesar ketiga setelah sawit dan karet sebanyak 7,8 juta jiwa penduduk Indonesia menggantungkan hidup dari perkebunan kopi, sehingga tanaman kopi mempunyai kontribusi terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15 persen.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud guna mendorong ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi, maka perlu ada terobosan.
Menurut Airlangga, prospek industri kopi ditanah air akan menjanjikan dalam menumbuhkan perekonomian nasional.
“Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250 persen,” kata Airlangga Hartarto dalam kegiatan Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 secara virtual dikutip Senin (14/3/2022).
Baca Juga:Madu Produksi Rumahan yang Kini Diminati Pasar Mancanegara
Airlangga mengapresiasi kepada beberapa brand kopi lokal yang berhasil melantai di bursa dan juga menguasai pasar di luar negeri, kemudian dia berharap bisa mendorong kontribusi komoditas kopi tersebut terhadap perekonomian nasional.
Menurut Airlangga, kopi menjadi komoditas perkebunan terbesar ketiga setelah sawit dan karet sebanyak 7,8 juta jiwa penduduk Indonesia menggantungkan hidup dari perkebunan kopi, sehingga tanaman kopi mempunyai kontribusi terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15 persen.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud guna mendorong ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi, maka perlu ada terobosan.