home wirausaha syariah

Prospek Perbankan Syariah Cerah, Ini Strategi BSI Perkuat Ekonomi Halal

Selasa, 22 Juni 2021 - 11:52 WIB
Ilustrasi. Bank BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah merger menjadi PT Bank Syariah Indonesia. Foto: BSI
Bank Syariah Indonesia (BSI) memproyeksikan prospek perbankan syariah nasional tumbuh positif di tahun 2021. Merujuk data proyeksi OJK dalam pertemuan tahunan jasa keuangan 2021 dan riset internal BSI, industri perbankan syariah akan tumbuh double digit.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi memaparkan, pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh 2,4-3,7%. Dari sisi pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga diperkirakan tumbuh 13-18%, sedangkan dari sisi kualitas pembiayaan diproyeksi pada posisi 3-3,5%.

Per Maret 2021 kinerja positif bank syariah ditunjukkan dengan posisi aset mencapai Rp605 Triliun, pembiayaan tumbuh 6,52% dan penghimpunan dana pihak ketiga 11,58%. Dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan non performing financing (NPF) sebesar 3,29% dan effisiensi BOPO pada posisi 78,75%.



"Meskipun tumbuh secara bertahap, BSI optimis dengan jumlah populasi penduduk muslim Indonesia yang mencapai 229 Juta menjadi kekuatan dan target penetrasi ekonomi syariah yang saat ini masih 6,41% dan lebih rendah dibanding negara di Asia dan UEA," ujar Hery.



Hal ini disampaikan Hery Gunardi saat acara pemaparan Prospek Perbankan Syariah Setelah Merger dalam acara CEO Talk beberapa waktu lalu. Acara ini dihadiri juga oleh Jajaran Direksi Bank Himbara, Asisten Deputi Bidang Manajemen SDM Kementerian BUMN Andus Winarno, Koordinator Indonesia Finance Learning Institutee (IFLI) Andreas Hassim, Koordinator Indonesia Finance Research Institute (IFRI) Basaria Martha Juliana.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wirausaha syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya