BI Tempatkan Pondok Pesantren Sumber Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Ilham anugrah
Senin, 28 Juni 2021 - 16:56 WIB
Seminar Hebitren Banten. Foto: FB Hebitren
Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) mengadakan Seminar Nasional Pengembangan Ekonomi Bisnis Pesantren di Indonesia melalui Zoom Meeting. Seminar nasional tersebut dihadiri perwakilan 110 Pesantren di Indonesia.
Menurut Ketua DPP Hebitren KH. Moh Hasib Wahab Abdullah bahwa Hebitren merupakan sebuah lembaga organisasi yang baru usianya satu tahun enam bulan.
“Karenanya kami ingin menyampaikan bahwa ini adalah karunia dari Alloh SWT dimana di saat negara kita sedang kesulitan ekonomi bisa lahir organisasi pesantren ekonomi untuk umat,” ujar KH Hasib Wahab Abdullah dalam sambutannya, Senin (28/6/2021).
Menurutnya pendirian Hibatren tidak bisa bisa dipisahkan dari Bank Indonesia karena bank Indonesia memberikan motivasi kepada pesantren yang hadir saat itu, 110 pesantren. Program pertamaHebitrenpada awal berdiri dengan menjalin hubungan antar pesantren dan membuat korwil-korwil.
Ia berharap dengan seminar ini bisa membantu perekenomian di Indonesia, melalui bersatunya pesantren dalam perekonomian.
“Oleh karena itu kita akan menjadi garda terdepan untuk ekonomi pesantren,” katanya.
Kepala Bank Indonesia cabang Banten Erwin Soeriadimadja menyambut baik acara yang dilaksanakam Hebitren. Menurutnya selama ini Bank Indonesia melihat ada tiga prinsip pertumbuhan ekonomi syariah dari gaya halal, pariwisata dan keuangan.
Menurut Ketua DPP Hebitren KH. Moh Hasib Wahab Abdullah bahwa Hebitren merupakan sebuah lembaga organisasi yang baru usianya satu tahun enam bulan.
“Karenanya kami ingin menyampaikan bahwa ini adalah karunia dari Alloh SWT dimana di saat negara kita sedang kesulitan ekonomi bisa lahir organisasi pesantren ekonomi untuk umat,” ujar KH Hasib Wahab Abdullah dalam sambutannya, Senin (28/6/2021).
Menurutnya pendirian Hibatren tidak bisa bisa dipisahkan dari Bank Indonesia karena bank Indonesia memberikan motivasi kepada pesantren yang hadir saat itu, 110 pesantren. Program pertamaHebitrenpada awal berdiri dengan menjalin hubungan antar pesantren dan membuat korwil-korwil.
Ia berharap dengan seminar ini bisa membantu perekenomian di Indonesia, melalui bersatunya pesantren dalam perekonomian.
“Oleh karena itu kita akan menjadi garda terdepan untuk ekonomi pesantren,” katanya.
Kepala Bank Indonesia cabang Banten Erwin Soeriadimadja menyambut baik acara yang dilaksanakam Hebitren. Menurutnya selama ini Bank Indonesia melihat ada tiga prinsip pertumbuhan ekonomi syariah dari gaya halal, pariwisata dan keuangan.