Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

BI Tempatkan Pondok Pesantren Sumber Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

ilham anugrah Senin, 28 Juni 2021 - 16:56 WIB
BI Tempatkan Pondok Pesantren Sumber Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Seminar Hebitren Banten. Foto: FB Hebitren
LANGIT7.ID, Banten - Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) mengadakan Seminar Nasional Pengembangan Ekonomi Bisnis Pesantren di Indonesia melalui Zoom Meeting. Seminar nasional tersebut dihadiri perwakilan 110 Pesantren di Indonesia.

Menurut Ketua DPP Hebitren KH. Moh Hasib Wahab Abdullah bahwa Hebitren merupakan sebuah lembaga organisasi yang baru usianya satu tahun enam bulan.

“Karenanya kami ingin menyampaikan bahwa ini adalah karunia dari Alloh SWT dimana di saat negara kita sedang kesulitan ekonomi bisa lahir organisasi pesantren ekonomi untuk umat,” ujar KH Hasib Wahab Abdullah dalam sambutannya, Senin (28/6/2021).

Menurutnya pendirian Hibatren tidak bisa bisa dipisahkan dari Bank Indonesia karena bank Indonesia memberikan motivasi kepada pesantren yang hadir saat itu, 110 pesantren. Program pertama Hebitren pada awal berdiri dengan menjalin hubungan antar pesantren dan membuat korwil-korwil.

Ia berharap dengan seminar ini bisa membantu perekenomian di Indonesia, melalui bersatunya pesantren dalam perekonomian.

“Oleh karena itu kita akan menjadi garda terdepan untuk ekonomi pesantren,” katanya.

Kepala Bank Indonesia cabang Banten Erwin Soeriadimadja menyambut baik acara yang dilaksanakam Hebitren. Menurutnya selama ini Bank Indonesia melihat ada tiga prinsip pertumbuhan ekonomi syariah dari gaya halal, pariwisata dan keuangan.

“Ketiga hal itu bisa diwujudkan dari pesantren di Indonesia. Ini sangat relevan dengan road to syariah di Indonesia,” ungkap Erwin.

Erwin melanjutkan Bank Indonesia menempatkan Pondok Pesantren sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal ini dituangkan dalam enam prinsip ekonomi syariah.

Prinsip pertama ekonomi syariah harus mampu memberi kontribusi nyata terhadap ekonomi masyarakat dan nasional. Kedua, ekonomi syariah adalah arus baru pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pesantren dan juga mendorong potensi lokal guna pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ketiga, pemberdayaan pesantren harus hulu ke hilir, kita perlu memiliki pengembangan virtual market dan holding bisnis pesantren. Keempat, peningkatan akses pesantren, baik akses pasarnya, akses keuangan maupun akses digitalisasi.

“Kemudian, membangun pesantren dengan memperkuat infrastruktur dan kelembagaan,” tegasnya.

Untuk itulah alasan dibuatnya Hibatren sebagai akselesari ekonomi syariah di Indonesia. Ia menjelaskan, Hibatren berawal dari pertemuan ISEF (Indonesia Sharia Economy Festival) 2019

“Hibatren adalah perhimpunan untuk menyatukan pesantren di Indonesia untuk kolaborasi membangun bisnis ekonomi pesantren di Indonesia,” katanya.

Ia berharap Hibatren bisa merangkul pesantren di Indonesia dan kordinator wilayah lain, yang pada hari ini akan dikukuhkan korwil hibetren di Banten untuk periode bekerja 2021 -2026.

“Kami menyambut baik langkah Hibanten dengan bank Indonesia untuk perluasan QRIS dalam pembayaran digital di Hibatren Banten.Ini merupakan langkah maju di tengah tantangan digitalisasi bisnis pesantren dan ekonomi syariah,” tuturnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)