Aqsa Working Group: Kemerdekaan Merupakan Hak Segala Bangsa
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 17 Maret 2022 - 19:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Sepanjang 74 tahun, zionis Israel menjajah rakyat Palestina. Dengan waktu yang tidak singkat itu, tak terhitung korban yang berjatuhan dan kerugian yang di alami masyarakat Palestina. Para korban ini berasal dari semua kalangan, termasuk anak-anak dan perempuan.
Pembina Aqsa Working Group (AWG), Ustaz Yakhsyallah Mansur mengatakan, konflik yang terjadi di Palestina bukan semata-mata masalah umat Islam. Namun masalah semua umat manusia.
"Dalam Undang-Undang Dasar 1945 ditulis dengan jelas, dan ini menjadi pedoman setiap langkah kami untuk mendukung langkah muda-mudi Palestina agar segera merdeka," ujar Ustaz Yakhsyaallah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca Juga:Rusia Dihukum tapi Israel Tidak Disanksi, FIFA Tuai Kritik
Dalam undang-undang tersebut jelas disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Apalagi Islam mengajarkan bahwa diutusnya Muhammad menjadi rahmat bagi semesta". Rasulullah kemudian berkata "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat pada manusia."
"Ingat beliau tidak melihat dari unsur agama, manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat kepada manusia yang lain," ujarnya.
Pembina Aqsa Working Group (AWG), Ustaz Yakhsyallah Mansur mengatakan, konflik yang terjadi di Palestina bukan semata-mata masalah umat Islam. Namun masalah semua umat manusia.
"Dalam Undang-Undang Dasar 1945 ditulis dengan jelas, dan ini menjadi pedoman setiap langkah kami untuk mendukung langkah muda-mudi Palestina agar segera merdeka," ujar Ustaz Yakhsyaallah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (17/3/2022).
Baca Juga:Rusia Dihukum tapi Israel Tidak Disanksi, FIFA Tuai Kritik
Dalam undang-undang tersebut jelas disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Apalagi Islam mengajarkan bahwa diutusnya Muhammad menjadi rahmat bagi semesta". Rasulullah kemudian berkata "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat pada manusia."
"Ingat beliau tidak melihat dari unsur agama, manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat kepada manusia yang lain," ujarnya.