Bukan Cuma Halal, KPMI Dorong Pengusaha Muslim Naik Kelas
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 18 Maret 2022 - 08:15 WIB
Ilustrasi pengusaha naik kelas. (Foto: iStock).
Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) mendorong pengusaha muslim, khususnya para anggotanya untuk naik kelas, dengan mulai melirik pada ranah produksi.
Ketua KPMI, Rachmat Sutarnas Marpaung mengatakan, selain mengutamakan pada produk halal, para anggotanya yang terdiri dari pengusaha muslim juga terus didorong agar bisa naik kelas.
"Anggota masih didominasi oleh usaha mikro, dengan sektor terbanyak makanan dan minuman, fesyen, dan jasa. Saat ini, kita sedang dorong mereka untuk masuk ke sektor industri, agar bisa memproduksi produk halal dan toyib," kata dia dalam wawancara khusus bersama tim Langit7, Rabu (16/3/2022).
Baca Juga:Kenali Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, Bermuamalah sesuai Syariah
Sebab, dia menilai perekonomian negara maju banyak berbasis produksi. Untuk itu, dia meminta para pengusaha muslim tidak berpuas diri dengan hanya menjadi pedagang.
Selain itu, dia juga turut mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan Tanah Air. Dengan berbagai program seperti inkubasi usaha, baik di pusat maupun koordinator wilayah.
"Tantangan kita yang paling besar adalah soal tujuan dalam pengembangan bisnis. Seberapa jauh kita mau berjalan, dan apa yang mau kita capai. Kalau kita santai, maka dapatnya juga santai saja," katanya.
Ketua KPMI, Rachmat Sutarnas Marpaung mengatakan, selain mengutamakan pada produk halal, para anggotanya yang terdiri dari pengusaha muslim juga terus didorong agar bisa naik kelas.
"Anggota masih didominasi oleh usaha mikro, dengan sektor terbanyak makanan dan minuman, fesyen, dan jasa. Saat ini, kita sedang dorong mereka untuk masuk ke sektor industri, agar bisa memproduksi produk halal dan toyib," kata dia dalam wawancara khusus bersama tim Langit7, Rabu (16/3/2022).
Baca Juga:Kenali Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, Bermuamalah sesuai Syariah
Sebab, dia menilai perekonomian negara maju banyak berbasis produksi. Untuk itu, dia meminta para pengusaha muslim tidak berpuas diri dengan hanya menjadi pedagang.
Selain itu, dia juga turut mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan Tanah Air. Dengan berbagai program seperti inkubasi usaha, baik di pusat maupun koordinator wilayah.
"Tantangan kita yang paling besar adalah soal tujuan dalam pengembangan bisnis. Seberapa jauh kita mau berjalan, dan apa yang mau kita capai. Kalau kita santai, maka dapatnya juga santai saja," katanya.