PSSI Disebut Miliki Utang Rp673 M Perusahaan Belgia, Ini Kata Sekjen
Arif purniawan
Jum'at, 18 Maret 2022 - 09:19 WIB
Target Eleven menyebut PSSI memiliki utang sebesar Rp673 miliar. Foto: Istimewa
Perusahaan agensi dan pemasaran olahraga asal Belgia, Target Eleven menyebut federasi sepak bola Indonesia (PSSI) memiliki utang 47 juta dolar Amerika atau setara Rp673 miliar.
Utang tersebut bermula di awal 2010 an, PSSI dan Target Eleven menandatangani kesepakatan untuk memulai kerjasama. Target Eleven membentuk liga sepak bola profesional yang terdiri dari dua divisi di Indonesia dan memastikan pengelolaannya. Tapi tidak ada yang berjalan sesuai rencana.
Melansir dari laman RTBF, Jumat (18/3/2022) melaporkan, kontak pertama antara kedua pihak dimulai pada tahun 2011, bahkan sebelum kesepakatan dibuat. Target Eleven datang ke Indonesia pada tahun 2013 didampingi oleh mantan presiden Liga Premier, Sir David Richards, mitra proyek pada awal berdirinya.
Baca juga: Komisi Banding Perkuat Putusan Komdis PSSI untuk Kasus Persipura
Mereka berdiskusi dengan perwakilan PSSI dan pemerintah. Semua pihak kemudian menuju ke arah dan motivasi yang sama, memprofesionalkan sepak bola Indonesia.
“PSSI mengamanatkan saya pada Juni 2013 untuk mengatur kembali dua liga sepak bola profesional dan mengelolanya selama 10 tahun. Atas permintaan ini saya melakukan beberapa perjalanan ke Jakarta, khususnya dengan Sir David Richards dan Mr Phil Gartside (mantan Ketua Bolton Wanderers, anggota Komite Eksekutif Liga Premier dan mantan CEO Stadion Wembley Yang baru),” ujar Manajer Target Eleven Patrick Mbaya.
Pada Juni 2013, Target Eleven dan PSSI mewujudkan itu dengan menandatangani kesepakatan antara kedua belah pihak.
Utang tersebut bermula di awal 2010 an, PSSI dan Target Eleven menandatangani kesepakatan untuk memulai kerjasama. Target Eleven membentuk liga sepak bola profesional yang terdiri dari dua divisi di Indonesia dan memastikan pengelolaannya. Tapi tidak ada yang berjalan sesuai rencana.
Melansir dari laman RTBF, Jumat (18/3/2022) melaporkan, kontak pertama antara kedua pihak dimulai pada tahun 2011, bahkan sebelum kesepakatan dibuat. Target Eleven datang ke Indonesia pada tahun 2013 didampingi oleh mantan presiden Liga Premier, Sir David Richards, mitra proyek pada awal berdirinya.
Baca juga: Komisi Banding Perkuat Putusan Komdis PSSI untuk Kasus Persipura
Mereka berdiskusi dengan perwakilan PSSI dan pemerintah. Semua pihak kemudian menuju ke arah dan motivasi yang sama, memprofesionalkan sepak bola Indonesia.
“PSSI mengamanatkan saya pada Juni 2013 untuk mengatur kembali dua liga sepak bola profesional dan mengelolanya selama 10 tahun. Atas permintaan ini saya melakukan beberapa perjalanan ke Jakarta, khususnya dengan Sir David Richards dan Mr Phil Gartside (mantan Ketua Bolton Wanderers, anggota Komite Eksekutif Liga Premier dan mantan CEO Stadion Wembley Yang baru),” ujar Manajer Target Eleven Patrick Mbaya.
Pada Juni 2013, Target Eleven dan PSSI mewujudkan itu dengan menandatangani kesepakatan antara kedua belah pihak.