Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sports detail berita

PSSI Disebut Miliki Utang Rp673 M Perusahaan Belgia, Ini Kata Sekjen

arif purniawan Jum'at, 18 Maret 2022 - 09:19 WIB
PSSI Disebut Miliki Utang Rp673 M Perusahaan Belgia, Ini Kata Sekjen
Target Eleven menyebut PSSI memiliki utang sebesar Rp673 miliar. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Perusahaan agensi dan pemasaran olahraga asal Belgia, Target Eleven menyebut federasi sepak bola Indonesia (PSSI) memiliki utang 47 juta dolar Amerika atau setara Rp673 miliar.

Utang tersebut bermula di awal 2010 an, PSSI dan Target Eleven menandatangani kesepakatan untuk memulai kerjasama. Target Eleven membentuk liga sepak bola profesional yang terdiri dari dua divisi di Indonesia dan memastikan pengelolaannya. Tapi tidak ada yang berjalan sesuai rencana.

Melansir dari laman RTBF, Jumat (18/3/2022) melaporkan, kontak pertama antara kedua pihak dimulai pada tahun 2011, bahkan sebelum kesepakatan dibuat. Target Eleven datang ke Indonesia pada tahun 2013 didampingi oleh mantan presiden Liga Premier, Sir David Richards, mitra proyek pada awal berdirinya.

Baca juga: Komisi Banding Perkuat Putusan Komdis PSSI untuk Kasus Persipura

Mereka berdiskusi dengan perwakilan PSSI dan pemerintah. Semua pihak kemudian menuju ke arah dan motivasi yang sama, memprofesionalkan sepak bola Indonesia.

“PSSI mengamanatkan saya pada Juni 2013 untuk mengatur kembali dua liga sepak bola profesional dan mengelolanya selama 10 tahun. Atas permintaan ini saya melakukan beberapa perjalanan ke Jakarta, khususnya dengan Sir David Richards dan Mr Phil Gartside (mantan Ketua Bolton Wanderers, anggota Komite Eksekutif Liga Premier dan mantan CEO Stadion Wembley Yang baru),” ujar Manajer Target Eleven Patrick Mbaya.

Pada Juni 2013, Target Eleven dan PSSI mewujudkan itu dengan menandatangani kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Jelas disepakati remunerasi tetap dan variabel lain, yang terakhir tergantung pada kontrak komersial yang harus kami tanda tangani seperti perjanjian sponsor, dan hak siar televisi. Sudah mengadakan pembicaraan dengan grup televisi yang akan menghasilkan kontrak 10 tahun dengan jumlah total USD 1,5 miliar. Tetapi PSSI tidak memenuhi komitmen keuangannya karena persoalan internal,” kata Patrick.

Pada tahun berikutnya cukup kacau karena PSSI diskors FIFA pada tahun 2015, terkait keputusan yang dihasilkan dari “campur tangan efektif oleh pihak berwenang dalam kegiatan PSSI,” menurut FIFA.

RTBF juga menyebut, korupsi, pengaturan pertandingan, pemain yang tidak dibayar, pendukung ultra-charge, sepak bola Indonesia tenggelam dalam krisis yang tidak terhindarkan.

Pada tahun 2016, terpilih Ketua Umum PSSI yang baru, Edy Rahmayadi, untuk meningkatkan standar. Namun, dia mengundurkan diri tiga tahun kemudian, tanpa benar-benar berhasil menyembuhkan sepak bola Indonesia dari kejahatan yang melemahkannya.

Baca juga: PSSI Tambah Asisten Wasit di Pertandingan Liga 1 Indonesia

Selama bertahun-tahun, Target Eleven mengklaim mengembangkan poyek tersebut tetapi tidak pernah menerima pembayaran yang diatur dalam perjanjian yang ditanda tangani pada 2013.

Perusahaan Belgia tersebut kemudian memutuskan untuk mengajukan permintaan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga di Lausanne (sesuai dengan klausul arbitrase tertuang dalam perjanjian yang ditanda tangani kedua belah pihak) pada 9 Juni 2021.

PSSI dalam beberapa kesempatan telah menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan situasi secara damai. Target Eleven telah setuju untuk menangguhkan proses dihadapan CAS dengan maksud untuk menyelesaikan perselisihan secara damai. Tetapi setelah berbulan-bulan, tanpa kemajuan nyata. PSSI dinilai mengulur-ulur waktu tanpa kemajuan nyata.

Target Eleven kemudian memutuskan untuk meluncurkan kembali prosedur dihadapan Pengadilan pada 23 Februari 2022 dan menunjukkan bahwa tidak ada lagi kemungkinan kesepakatan damai.

Menurut CEO Target Eleven, PSSI mencoba mengulur waktu dengan berharap dapat mengaku tidak bertanggung jawab dalam cerita ini. Ia meminta pengadilan mengambil sementara PSSI memberikan jaminan keuangan atau bank sebesar 47 juta dolar Amerika.

“Ini akan menghentikan kenaikan biaya di pihak Indonesia dan memberikan keamanan bagi Target Eleven," kata CEO tersebut.

Patrick Mbaya sadar, kecil kemungkinan PSSI akan mengganti sejumlah besar dalam semalam. Ia juga telah merumuskan beberapa solusi kepada pihak lain.

“Sepertinya panitia pelaksana federasi terpecah belah mengenai solusi yang saya usulkan kepada mereka. Meskipun yang satu ini memiliki keuntungan tidak menghabiskan banyak uang kepada federasi dan sebaliknya. Membawa pendapatan baru yang tidak harus ada saat ini sambil mengganti biaya jumlah total yang menjadi hak saya dalam jangka panjang. Tujuan saya memang untuk memulihkan apa yang menjadi hak saya,” tuturnya.

Baca juga: Kecewa Kinerja Wasit Liga 3, PSSI Wacanakan Gunakan Wasit Asing

Target Eleven masih terbuka untuk berdialog dan mencari solusi konstruktif dengan PSSI tetapi melalui pengadilan. Mengingat kegagalan yang dihasilkan dari upaya damai.

“Ya, jumlah yang harus dibayar signifikan dan itu mewakili pekerjaan yang dilakukan selama beberapa tahun dan kompensasi atas hilangnya pendapatan berdasarkan kontrak utama yang seharusnya kita tanda tangani untuk liga, seperti hak siar televisi 1,5 miliar atau setara 150 juta dolar Amerika setahun. Itu jelas sangat berarti bagi bisnis saya,” beber Patrick Mbaya.

Target Eleven sudah menunjuk arbiter di pengadilan arbitrase dan PSSI diminta untuk melakukan hal yang sama. Jika tidak melakukannya pada 21 Maret 2022, ketua pengadilan akan memprosesnya.

Merespons upaya Target Eleven yang membawa persoalan ini ke pengadilan arbitrase untuk olahraga (CAS), PSSI akan menindaklanjuti kasus yang diklaim oleh perusahaan asal Belgia. Gugatan itu meminta kepada PSSI agar membayar tuduhan utang yang mencapai 47 juta dolar Amerika atau setara Rp673 miliar.

Padahal kerjasama itu dilakukan pada 2013 antara Target Eleven dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di zaman kepengurusan Djohar Arifin Husin. Saat itu PSSI dilanda munculnya dualisme kompetisi, Indonesia Super League (ISL) yang diakui FIFA dan LPIS yang dianggap FIFA sebagai Breakway League.

Baca juga: Komite Wasit PSSI Respons Kinerja Wasit Liga 1

Uniknya, selama tiga kali kepemimpinan Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin Husin, La Nyalla Mataliti, dan Edy Rahmayadi) hingga kepengurusan saat ini, di bawah kepemimpinan Mochammad Iriawan, warisan utang ini tidak pernah disinggung apalagi dilaporkan pada saat kongres yang dihadiri perwakilan FIFA, AFC dan AFF.

“PSSI berniat baik untuk menyelesaikan kasus ini. Namun, Target Eleven bersikeras untuk menyeret administrasi sekarang yang tidak tahu menahu mengenai perjanjian yang terjadi hampir satu dekade yang lalu. Sementara itu, pihak LPIS tidak pernah disinggung dan dilibatkan oleh Target Eleven dalam kasus ini,” ujar Sekjen PSSI Yunus Nusi di laman PSSI.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)