LANGIT7.ID, Jakarta - Keputusan kontroversial wasit Untung Santoso dan asisten wasit Hidayat serta asisten wasit 2 Yulianto yang memimpin pertandingan babak 16 besar antara Farmel FC dan Persikota Tangerang pada Minggu (6/3) di Stadion Delta, Sidoarjo, berbuntut panjang.
PSSI langsung menindak lanjuti polemik tersebut. Bahkan Ketum PSSI Mochammad Iriawan langsung menggelar rapat virtual dengan wasit dan asisten wasit yang memimpin pertandingan di babak 16 besar Liga 3 2021/2022. Dalam rapat tersebut Mochammad Iriawan mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit.
“Saya merasa terganggu dengan adanya masalah keputusan-keputusan kontroversial yang dibuat oleh para wasit yang bertugas. Bisa jadi opsinya saya mencari wasit dari luar negeri,” katanya, dalam rapat Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Persikota Dirugikan Wasit, Prilly Latuconsina Merasa Kesal“Saya tidak ingin dicap ada permainan di dalam PSSI. Bisa berubah kalian? Saya berdarah-darah jatuh bangun membangun sepak bola yang sempat berhenti nyaris dua tahun,” ungkap Iriawan lagi setengah marah.
Iriawan mengultimatum wasit-wasit untuk memperbaiki kinerjanya, agar bisa mencontoh sosok wasit Thoriq Alkatiri yang bisa menjadi anutan bagi pengadil lapangan hijau.
“Saya mohon ini diperbaiki. Karena saya kecewa. Jadi maaf saya bicara keras. Bisa berubah tidak? Kalau tidak, tak usah jadi wasit, cari nafkah dan kerjaan lain,“ katanya.
Pria bersapa Iwan Bule itu meminta agar wasit yang memimpin pertandingan Farmel FC dan Persikota Tangerang untuk melihat video rekaman ulang, untuk melihat fakta di lapangan seperti apa.
“Coba kalian lihat lagi video rekaman Farmel dan Persikota. Sekali lagi, kalian ditonton oleh ratusan juta pasang mata yang mencintai sepak bola Indonesia. Yang baik di tingkatkan. Ke depannya, jangan ada salah lagi. Apa yang terjadi dengan para wasit-wasit terkait keputusan kontroversial dampaknya bukan kalian saja, tapi kami PSSI. Saya, waketum, dan sekjen, serta Exco,” bebernya.
Baca juga: Menang Kontroversial Lawan Persikota, Ini Tanggapan Manajemen Farmel FCDalam pertandingan Farmel FC versus Persikota Tangerang tersebut, Farmel FC ditetapkan sebagai pemenang dengan skor kemenangan 3-0, setelah kubu Persikota memutuskan
walk out (WO) dari pertandingan, karena merasa tidak diperlakukan adil oleh wasit. Salah satunya ketika pemain Persikota dinyatakan off side oleh wasit.
PSSI sendiri menyebut pemain Persikota dalam posisi onside, dengan jarak sekitar 2-4 meter dari pemain belakang Farmel FC. Peluang untuk mencetak gol karena tinggal berhadapan penjaga gawang akhirnya sirna karena keputusan wasit.
Sekjen PSSI Yunus Nusi yang juga hadir dalam rapat virtual tersebut berharap agar keputusan-keputusan kontroversial tidak terjadi lagi dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Bisa jadi nanti orang-orang sudah tidak percaya dengan wasit-wasit Indonesia dan kami bisa saja mengambil wasit dari luar negeri. Itu akan memicu wasit-wasit Indonesia untuk bisa lebih baik,” kata Yunus .
Selain Liga 3, ada Piala Soeratin U-17, U-15 dan U-13. Wasit diharapkan tidak merusak mimpi anak-anak yang berkompetisi di level junior dengan keputusan-keputusan yang salah.
“Semoga masih ada niat baik dari kawan-kawan untuk memimpin laga dengan baik dan semangat serta memiliki kemauan baik di laga-laga Liga 3 berikutnya,” pungkasnya.
(sof)