Perbedaan Shalat Tarawih, Tahajud, Qiyamul Lail, dan Qiyamu Ramadhan
Fajar adhitya
Selasa, 22 Maret 2022 - 07:11 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah. Tradisi beribadah pada malam hari disebut juga Qiyamul Lail yang dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendirian.
Saat Ramadhan, Qiyamul Lail juga diisi dengan shalat Tarawih selepas Isya. Menjelang sahur, ibadah malam dapat ditambah dengan shalat Tahajud dan aktivitas ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, tadarus, berdzikir, dan menelaah buku.
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang didirikan setelah Isya untuk menghidupkan malam pada bulan Ramadhan. Disebut Tarawih karena berasal dari kata tarwiyah dalam bahasa Arab yang berarti waktu sesaat untuk istirahat, sebab shalat Tarawih dikerjakan dengan ritme santai dan khusyuk.
Baca Juga:Tips Salim A. Fillah agar Khatam Al-Qur’an Selama Ramadhan
Dalam hadits-hadits shahih, Nabi tidak pernah mengerjakan shalat tarawih lebih dari 11 rakaat. Shalat Tarawih biasanya dikerjakan secara berjamaah dan dapat didirikan sendirian. Waktu shalat Tarawih adalah setelah selesai mengerjakan shalat ‘Isya sampai terbitnya fajar, awal waktu subuh.
Sedangkan shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selepas Isya sampai waktu Subuh. Utamanya, shalat Tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Disebut Tahajud karena dikerjakan setelah bangun dari tidur.
Saat Ramadhan, Qiyamul Lail juga diisi dengan shalat Tarawih selepas Isya. Menjelang sahur, ibadah malam dapat ditambah dengan shalat Tahajud dan aktivitas ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, tadarus, berdzikir, dan menelaah buku.
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang didirikan setelah Isya untuk menghidupkan malam pada bulan Ramadhan. Disebut Tarawih karena berasal dari kata tarwiyah dalam bahasa Arab yang berarti waktu sesaat untuk istirahat, sebab shalat Tarawih dikerjakan dengan ritme santai dan khusyuk.
Baca Juga:Tips Salim A. Fillah agar Khatam Al-Qur’an Selama Ramadhan
Dalam hadits-hadits shahih, Nabi tidak pernah mengerjakan shalat tarawih lebih dari 11 rakaat. Shalat Tarawih biasanya dikerjakan secara berjamaah dan dapat didirikan sendirian. Waktu shalat Tarawih adalah setelah selesai mengerjakan shalat ‘Isya sampai terbitnya fajar, awal waktu subuh.
Sedangkan shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selepas Isya sampai waktu Subuh. Utamanya, shalat Tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Disebut Tahajud karena dikerjakan setelah bangun dari tidur.