LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah. Tradisi beribadah pada malam hari disebut juga Qiyamul Lail yang dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendirian.
Saat Ramadhan, Qiyamul Lail juga diisi dengan shalat Tarawih selepas Isya. Menjelang sahur, ibadah malam dapat ditambah dengan shalat Tahajud dan aktivitas ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, tadarus, berdzikir, dan menelaah buku.
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang didirikan setelah Isya untuk menghidupkan malam pada bulan Ramadhan. Disebut Tarawih karena berasal dari kata tarwiyah dalam bahasa Arab yang berarti waktu sesaat untuk istirahat, sebab shalat Tarawih dikerjakan dengan ritme santai dan khusyuk.
Baca Juga: Tips Salim A. Fillah agar Khatam Al-Qur’an Selama RamadhanDalam hadits-hadits shahih, Nabi tidak pernah mengerjakan shalat tarawih lebih dari 11 rakaat. Shalat Tarawih biasanya dikerjakan secara berjamaah dan dapat didirikan sendirian. Waktu shalat Tarawih adalah setelah selesai mengerjakan shalat ‘Isya sampai terbitnya fajar, awal waktu subuh.
Sedangkan shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selepas Isya sampai waktu Subuh. Utamanya, shalat Tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Disebut Tahajud karena dikerjakan setelah bangun dari tidur.
Hukum shalat Tahajud adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Sama seperti Tarawih, shalat Tahajud didirikan untuk menghidupkan malam, tapi dapat dikerjakan pada bulan apa saja. Jumlah rakaat shalat Tahajud minimal dua rakaat.
Mutahajjid (orang yang shalat Tahajud) dapat mengulang kembali siklus dua rakaat sesuai kemampuan hingga waktu Subuh. Namun, Rasulullah biasa mendirikan shalat Tahajud sebanyak 13 rakaat, termasuk dua rakaat shalat fajar.
Baca Juga: 5 Momen Merindukan saat Ramadhan yang Terhenti Selama Pandemi Covid-19Adapun Qiyamul Lail adalah istilah ibadah sunnah yang dikerjakan untuk menghidupkan malam. Qiyamul Lail berarti membangunkan atau menggiatkan malam dengan mengerjakan ibadah sunnah witir.
Qiyamul Lail adalah kebiasaan salafus shaleh dan sangat dianjurkan bagi kepala keluarga membangunkan anggotanya untuk mengerjakan Qiyamul Lail.
Sedangkan Qiyamu Ramadhan merujuk pada aktivitas ibadah yang dikerjakakan untuk menghidupkan malam pada bulan Ramadhan. Qiyamu Ramadhan sebaiknya dikerjakan secara berjama‘ah, baik di masjid, mushalla, ataupun di rumah, dan dapat pula dikerjakan sendiri-sendiri.
Lebih jelasnya disebut Tahajud atau Qiyamul Lail jika dilakukan di akhir malam. Disebut Tarawih atau Qiyamu Ramadhan karena dilakukan di bulan Ramadhan. Disebut witir karena rakaatnya ganjil. Pada dasarnya semuanya sama, yaitu shalat malam.
Baca Juga: Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia(zhd)