LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Bulan Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga di siang hari. Keistimewaan bulan suci ini juga terletak pada
syiar malam harinya melalui ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, yakni
Shalat Tarawih.
Shalat tarawih menyimpan keistimewaan yang luar biasa, yakni menjadi penggugur dosa-dosa di masa lalu bagi siapa saja yang mendirikannya.
Janji pengampunan ini ditegaskan dalam sebuah
hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Barang siapa yang melaksanakan sholat (Tarawih) pada bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’ala) makan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaih).
Baca juga: Memahami Perbedaan Rakaat Tarawih Muhammadiyah dan NU: Dua Pintu Ijtihad dalam RamadanPanduan Pelaksanaan: Niat dan Tata Cara Shalat Tarawih Mengingat keutamaan pahalanya yang luar biasa,
Shalat Tarawih menjadi momen terbaik untuk "memperpanjang" interaksi kita dengan Sang Pencipta setelah seharian berpuasa.
Agar ibadah malam di
bulan Ramadhan semakin sempurna, memahami aspek teknis mulai dari niat hingga doa adalah kunci.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pelafalan niat, yang dibedakan berdasarkan cara pelaksanaannya.
Niat Shalat Tarawih Sendiriاُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā. Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.”
Bacaan Niat Shalat Tarawih sebagai Imamاُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā. Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah swt.”
Lafal Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā. Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah swt.”
Baca juga: Sejarah Salat Tarawih: Di Masa Rasulullah SAW Tidak DikenalTata Cara Shalat TarawihAdapun tata cara shalat tarawih adalah sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati
3. Baca ta'awudz dan Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan pembacaan salah satu surat pendek di Al-Qur’an
4. Rukuk
5. I'tidal
6. Sujud pertama
7. Duduk di antara dua sujud
Baca juga: Di Zaman Umar bin Khattab Salat Tarawih Sampai Subuh: Yang Dibaca Surat al-Anfal sampai Al-Sajadah8. Sujud kedua
9. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
10. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Dan begitu seterusnya sampai selesai pada rakaat yang dikehendaki.
11. Mengerjakan shalat witir
12. Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai shalat Tarawih.
(est)