Kemenparekraf Gandeng DMI untuk Kembangkan Wisata Religi
Hasanah syakim
Selasa, 22 Maret 2022 - 21:30 WIB
Masjid Al-Aqsa Manarat Qudus atau dikenal sebagai Masjid Menara Kudus menjadi tempat ibadah sekaligus wisata religi (foto: Langit7/ iStock)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk turut serta mengembangkan wisata religi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan saat ini wisata religi begitu diminati oleh para wisatawann, di Indonesia terdapat berbagai masjid yang memiliki nilai historis mengenai peradaban Islam di Indonesia.
“Di Indonesia ada Masjid Jogokariyan, Yogyakarta dan Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah yang memiliki nilai historis mengenai peradaban Islam di Indonesia,” ujarnya dalam rilis dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca juga:Napak Tilas Perjuangan Pangeran Diponegoro di Desa Wisata Tinala
Kerjasama dengan DMI diyakini bisa mengoptimalkan peran serta fungsi masjid dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Adapun ruang lingkup kerja sama ini meliputi, pertukaran data dan informasi, pengembangan pariwisata religi, dan penyelenggaraan kegiatan lainnya. Melalui sinergi ini diharapkan kepulihan dan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terwujud,” ujar Sandiaga dalam keterangannya dikutip Selasa (22/3/2022).
Menurutnya, keberadaan masjid di Indonesia memiliki peran sentral dan strategis. Tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, penyebaran informasi, hingga pusat perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam, serta tujuan wisata religi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan saat ini wisata religi begitu diminati oleh para wisatawann, di Indonesia terdapat berbagai masjid yang memiliki nilai historis mengenai peradaban Islam di Indonesia.
“Di Indonesia ada Masjid Jogokariyan, Yogyakarta dan Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah yang memiliki nilai historis mengenai peradaban Islam di Indonesia,” ujarnya dalam rilis dikutip Selasa (22/3/2022).
Baca juga:Napak Tilas Perjuangan Pangeran Diponegoro di Desa Wisata Tinala
Kerjasama dengan DMI diyakini bisa mengoptimalkan peran serta fungsi masjid dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Adapun ruang lingkup kerja sama ini meliputi, pertukaran data dan informasi, pengembangan pariwisata religi, dan penyelenggaraan kegiatan lainnya. Melalui sinergi ini diharapkan kepulihan dan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terwujud,” ujar Sandiaga dalam keterangannya dikutip Selasa (22/3/2022).
Menurutnya, keberadaan masjid di Indonesia memiliki peran sentral dan strategis. Tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, penyebaran informasi, hingga pusat perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam, serta tujuan wisata religi.