Pemerintah Dinilai Gagal Tangani Masalah Minyak Goreng
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 23 Maret 2022 - 18:16 WIB
Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Langit7.id/iStock)
Fenomena kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini sangat meresahkan masyarakat. Meski pemerintah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET), namun hal itu dianggap masih merugikan masyarakat.
Pasalnya, harga minyak goreng kemasan saat ini mencapai Rp37.000 per liter. Belum lagi kelangkaan minyak curah yang dibanderol murah tetapi dianggap merusak keseimbangan pasar. Tak pelak, hal tersebut kemudian menyorot kepada sosok Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi.
Baca Juga:Mendag Pastikan Ada Tersangka Mafia Migor, DPR Minta Bukti
Direktur Executive Partner Politik Indonesia, AB Solissa mengatakan kritik publik soal kinerja Mendag Lutfi terkait kelangkaan minyak goreng dalam beberapa minggu terakhir tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, ini masalah serius yang harus direspon oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Antrian panjang rakyat kecil hanya untuk mendapatkan satu liter minyak goreng menjadi catatan buruk bagi Mendag dan juga pemerintah. Situasi ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam melawan mafia minyak goreng," kata Solissa dalam keterangannya kepada Langit7.id, Rabu (23/3/2022).
Solissa menilai sangat wajar jika suara protes kepada Muhammad Lutfi cukup keras. Bahkan, tak sedikit publik meminta kepada Presiden Jokowi agar mengevaluasi dan menggantinya dari jabatan sebagai Mendag dalam reshuffle kabinet selanjutnya.
Pasalnya, harga minyak goreng kemasan saat ini mencapai Rp37.000 per liter. Belum lagi kelangkaan minyak curah yang dibanderol murah tetapi dianggap merusak keseimbangan pasar. Tak pelak, hal tersebut kemudian menyorot kepada sosok Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi.
Baca Juga:Mendag Pastikan Ada Tersangka Mafia Migor, DPR Minta Bukti
Direktur Executive Partner Politik Indonesia, AB Solissa mengatakan kritik publik soal kinerja Mendag Lutfi terkait kelangkaan minyak goreng dalam beberapa minggu terakhir tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, ini masalah serius yang harus direspon oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Antrian panjang rakyat kecil hanya untuk mendapatkan satu liter minyak goreng menjadi catatan buruk bagi Mendag dan juga pemerintah. Situasi ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam melawan mafia minyak goreng," kata Solissa dalam keterangannya kepada Langit7.id, Rabu (23/3/2022).
Solissa menilai sangat wajar jika suara protes kepada Muhammad Lutfi cukup keras. Bahkan, tak sedikit publik meminta kepada Presiden Jokowi agar mengevaluasi dan menggantinya dari jabatan sebagai Mendag dalam reshuffle kabinet selanjutnya.