LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ada berbagai jenis minyak untuk memasak, mulai dari bunga matahari, minyak sayur, minyak zaitun, alpukat, hingga minyak kelapa dengan harga yang lebih mahal dibanding jenis lainnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, jenis minyak apa yang paling baik untuk kesehatan? Simak penjelasannya.
Minyak dan lemak telah menjadi pusat perdebatan nutrisi selama bertahun-tahun, dan untuk memahami pentingnya hal ini, ada baiknya kita melihat berbagai jenis lemak yang dikandungnya. Tidak semua lemak memiliki efek yang sama di dalam tubuh, beberapa meningkatkan kolesterol sementara yang lain membantu menurunkannya.
Kolesterol adalah zat lemak alami yang diproduksi di hati dan juga dapat ditemukan dalam beberapa makanan yang kita konsumsi. Terlalu banyak kolesterol jahat dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam dinding pembuluh darah, yang menyebabkannya menyempit atau tersumbat.
Dengan begitu banyaknya pesan yang berubah-ubah, menentukan produk mana yang harus dipilih seringkali terasa membingungkan.
Nita Forouhi, Profesor Kesehatan Populasi dan Nutrisi di Universitas Cambridge, mengatakan kepada podcast Sliced Bread di BBC bahwa tidak ada satu minyak pun yang memegang kunci ajaib untuk kesehatan dan membantah tiga mitos umum tentang minyak goreng.
1. Minyak bunga matahari dan minyak sayurMinyak rapeseed (umumnya dijual sebagai minyak sayur) dan minyak bunga matahari sering mendapat sorotan negatif, beberapa pihak mengklaim bahwa minyak tersebut diproses secara ultra dan dapat menyebabkan peradangan yang dapat merusak kesehatan kardiovaskular. Namun, tidak ada bukti yang mendukung hal ini.
Faktanya, minyak-minyak ini mengandung sedikit lemak jenuh tidak sehat yaitu 5-10%, dan tinggi lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang lebih sehat. Lemak tak jenuh ganda (termasuk omega-3 dan omega-6) penting untuk kesehatan otak dan jantung.
Forouhi mengatakan bahwa minyak-minyak ini "sangat baik untuk kita". Ia menjelaskan bahwa minyak-minyak ini dapat mengurangi risiko penyakit "ketika lemak jenuh (yang dapat meningkatkan kolesterol jahat) seperti mentega diganti dengan minyak-minyak ini". Untuk Harga, jenis minyak ini relatif terjangkau bagi kebanyakan orang.
Baca juga: Pengusaha Muslim Haji Robert Beri Dukungan Nyata bagi Penanganan Kesehatan Jantung Masyarakat Malut Diterbangkan ke Jakarta2. MargarinMargarin telah memiliki reputasi buruk selama bertahun-tahun dan banyak dari kita percaya bahwa kita harus menghindarinya.
Bukan tanpa sebab, kekhawatiran tersebut muncul karena dulunya margarin mengandung lemak trans berbahaya yang sangat terkait dengan penyakit kardiovaskular. "Tetapi margarin modern "hampir tidak mengandung lemak trans sama sekali," ungkap Forouhi.
"Jadi, margarin sebenarnya bisa menjadi bagian dari diet sehat dan mengurangi kolesterol jahat," jelasnya.
Mentega juga tidak sepenuhnya hilang dari menu. "Jika Anda menyukai mentega, misalnya untuk roti panggang, silakan saja," imbuh Forouhi.
Anda dapat menggunakan margarin dan mentega untuk memasak, tetapi Forouhi terkadang menyarankan untuk menggantinya dengan minyak yang mengandung lebih sedikit lemak jenuh.
Pedoman kesehatan Inggris menyarankan untuk menjaga asupan lemak jenuh Anda di bawah 10% kalori dan ini lebih mudah dilakukan jika Anda menggunakan minyak untuk memasak, bukan mentega.
3. Minyak ZaitunMinyak memiliki perilaku yang berbeda saat dipanaskan, sehingga beberapa di antaranya tidak cocok untuk digoreng.
Misalnya, minyak zaitun extra virgin kaya akan antioksidan dan senyawa bermanfaat, tetapi titik asapnya yang rendah membuatnya lebih baik untuk saus salad atau dituang ke makanan daripada digoreng dalam minyak banyak.
Titik asap adalah titik di mana lemak dalam minyak mulai terurai dan senyawa berbahaya dilepaskan yang dapat membuat minyak terasa pahit, gosong, atau tidak enak. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minyak yang dipanaskan di atas titik asapnya melepaskan produk sampingan kimia beracun.
Berikut ini jenis-jenis minyak yang baik digunakan, serta menyesuaikan dengan kebutuhan:- Untuk memasak sehari-hari: Minyak bunga matahari atau rapeseed terjangkau, sehat, dan serbaguna. Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun biasa.
- Untuk salad dan hidangan penutup: Minyak zaitun extra virgin menambah rasa dan manfaat kesehatan.
- Untuk menggoreng: Gunakan minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak sayur atau minyak bunga matahari.
- Untuk variasi rasa: Meskipun mungkin tidak memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan minyak zaitun, Anda bisa menggunakan minyak wijen, minyak kelapa, atau minyak alpukat untuk hidangan dingin jika Anda menyukai rasanya.
Secara keseluruhan, Profesor Forouhi mengatakan, lebih baik memperhatikan seluruh pola makan Anda daripada terobsesi dengan minyak mana yang akan dibeli.
"Saya sarankan untuk mempertimbangkan rasa dan biaya yang Anda miliki dan bereksperimen dengan berbagai jenis minyak yang akan memberi Anda beberapa manfaat kesehatan," jelasnya. (*/lsi/bbc)
Baca juga: Air Minum Rp3 Juta per Kemasan di Paris Fashion Week Diklaim Punya Manfaat Kesehatan(lsi)