Masjid Gedhe Kauman, Saksi Sejarah Islam di Yogyakarta
Bagus aryo wicaksono
Rabu, 28 Juli 2021 - 23:45 WIB
Masjid Gedhe Kauman yang menjadi saksi sejarah berkembangnya Islam di Yogyakarta. (Foto: Istimewa).
Masjid Gedhe Kauman bukan sekedar tempat ibadah bagi ummat Islam dan ikon di Kota Yogyakarta. Rumah ibadah ini menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika bertandang ke kota gudeg.
Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1773, menjadi salah satu masjid tertua yang ada di tanah Jawa dan Indonesia. Lokasinya berada di sebelah barat Alun-Alun Utara Yogyakarta, dekat dengan keraton.
Salah satu daya tarik Masjid Gedhe Kauman yakni arsitekturnya yang kental dengan budaya Jawa. Masjid ini kerap disebut akulturasi antara agama dan budaya. Perpaduan ini melahirkan masjid dengan gaya yang tak bisa ditemukan di tempat lain.
Masjid Gedhe Kauman memiliki bagian utama yang biasa disebut dengan liwan terdiri atas empat buah kolom kayu utama dengan tinggi kurang lebih lima meter. Kemudian di bagian mimbar terbuat dari kayu jati.
Selain itu terdapat juga bangunan serambi tempat shalat berjamaah dengan dua lantai. Pada lantai atas ada 24 tiang penyangga dan lantai bawah terdapat 32 tiang. Pilar-pilar tersebut masih kokoh meski sudah berusia ratusan tahun.
Masjid Gedhe Kauman juga menjadi salah satu masjid di Yogyakarta yang mempertahankan keasliannya sejak awal dibangun. Hal ini membuat kesan tradisional Masjid Gedhe Kauman masih terjaga hingga hari ini.
Selain kemegahan arsitekturnya, Masjid Gedhe Kauman juga sarat akan peristiwa bersejarah. Mulai dari pengangkatan KH Ahmad Dahlan sebagai ulama keraton pertama, perjuangan melawan penjajah belanda hingga peristiwa perlawanan terhadap PKI.
Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1773, menjadi salah satu masjid tertua yang ada di tanah Jawa dan Indonesia. Lokasinya berada di sebelah barat Alun-Alun Utara Yogyakarta, dekat dengan keraton.
Salah satu daya tarik Masjid Gedhe Kauman yakni arsitekturnya yang kental dengan budaya Jawa. Masjid ini kerap disebut akulturasi antara agama dan budaya. Perpaduan ini melahirkan masjid dengan gaya yang tak bisa ditemukan di tempat lain.
Masjid Gedhe Kauman memiliki bagian utama yang biasa disebut dengan liwan terdiri atas empat buah kolom kayu utama dengan tinggi kurang lebih lima meter. Kemudian di bagian mimbar terbuat dari kayu jati.
Selain itu terdapat juga bangunan serambi tempat shalat berjamaah dengan dua lantai. Pada lantai atas ada 24 tiang penyangga dan lantai bawah terdapat 32 tiang. Pilar-pilar tersebut masih kokoh meski sudah berusia ratusan tahun.
Masjid Gedhe Kauman juga menjadi salah satu masjid di Yogyakarta yang mempertahankan keasliannya sejak awal dibangun. Hal ini membuat kesan tradisional Masjid Gedhe Kauman masih terjaga hingga hari ini.
Selain kemegahan arsitekturnya, Masjid Gedhe Kauman juga sarat akan peristiwa bersejarah. Mulai dari pengangkatan KH Ahmad Dahlan sebagai ulama keraton pertama, perjuangan melawan penjajah belanda hingga peristiwa perlawanan terhadap PKI.