home lifestyle muslim

Berjemur Saat Pandemi, Perhatikan Indeks Paparan Sinar Ultraviolet

Rabu, 28 Juli 2021 - 23:45 WIB
Warga berjemur di jalur kereta api kawasan Tanjung Priok, Jakarta, (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj)
Saat pandemi Covid 19, banyak masyarakat mencoba berjemur di bawah paparan sinar matahari sebagai salah satu upaya mendapatkan asupan vitamin D dan berharap virus di dalam tubuh sirna. Meskipun belum ada studi membuktikan berjemur dapat mematikan virus corona, tapi kegiatan ini tetap bermanfaat untuk kesehatan terutama agar daya tahan tubuh optimal, minimal asupan vitamin D terjaga.

Berdasarkan studi, tujuan berjemur adalah agar tubuh menyerap sinar Ultraviolet (UV) sebagai aktivasi vitamin D untuk metabolisme tubuh. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), besar-kecilnya sinar UV yang mencapai bumi dipengaruhi beberapa faktor seperti sudut sinar matahari, tutupan awan atau cuaca, tinggi-rendahnya lokasi, dan polusi udara. Bahkan setiap wilayah di Indonesia pun juga memiliki karakter yang berbeda.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, tidak bisa dengan mudah menyamakan kondisi terbaik berjemur berada di jam-jam tertentu di setiap wilayah. Karena yang utama adalah pengoptimalan kadar UV terbaik yang akan diserap tubuh.

Alih-alih menentukan jam terbaik, Dokter Reisa Broto Asmoro dalam kanal YouTubenya menyarankan untuk memanfaatkan fitur cuaca pada ponsel yang menyediakan data cuaca, kualitas udara dan indeks UV sebelum berjemur. kita harus memperhatikan indeks UV yang pas dan aman bagi tubuh saat akan berjemur.

Mengutip BMKG, Indeks UV adalah angka tanpa satuan untuk menjelaskan tingkat paparan radiasi sinar ultraviolet yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Indeks UV dibagi dalam 5 kategori berdasarkan tingkat risiko bahaya bagi kesehatan tubuh. Dengan mengetahui UV index kita bisa memantau tingkat sinar ultraviolet yang bermanfaat dan yang dapat memberikan bahaya.

Durasi berjemur juga tergantung dengan kondisi dan warna kulit, “Untuk kulit putih atau terang, cukup berjemur sekitar 15 menit, untuk kulit yang lebih gelap atau sawo matang biasanya butuh waktu yang lebih lama, maksimal 30 menit,” jelas dokter yang juga model ini.

Meskipun kita berjemur di indeks UV kategori risiko rendah, dokter Reisa mengingatkan tentang pentingnya menggunakan proteksi tambahan seperti memakai sunscreen atau sunblock, dan kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan paparan sinar UV. Dan penggunaan proteksi yang lebih ekstra di indeks UV semakin tinggi dan berisiko.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sinar ultraviolet berjemur pandemi pandemi covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya