Ganjar Pranowo Sepakat Pemilu E-Voting, Tapi Infrastruktur Harus Siap
Arif purniawan
Ahad, 27 Maret 2022 - 23:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya sistem dalam Pemilu 2024 mendatang apakah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerapkan dengan sistem e-voting, atau model coblos seperti yang sudah berjalan selama ini.
Namun demikian, ia mengingatkan jika Pemilu 2024 menggunakan e-voting, KPU harus bisa memberikan keyakinan dan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat atas penggunakan sistem e-voting tersebut.
“Sebenarnya mau coblos, mau centang, mau e-voting itu, (hanya) kita trust apa nggak. Kan kita pernah coblos, pernah centang, balik coblos lagi kan. Ini soal trust saja,” kata Ganjar Pranowo dikutip Minggu (27/3).
Baca juga:Pemilu 2024 Pakai E-Voting, Begini Respons PDIP
Ganjar menuturkan, di beberapa daerah sudah pernah ada yang mencoba sistem e-voting, meski tidak digelar resmi oleh KPU, melainkan hanya pemilihan kepala desa di Provinsi Bali.
“Ketika kemudian trust menjadi keputusan, tinggal disiapkan sarana prasarananya dan sistemnya betul-betul terjaga,” ujarnya.
Sembari menyiapkan e-voting, KPU bisa menggandeng para ahli untuk meriset apakah memang bisa dilakukan e-voting atau tidak. Karena yang pasti juga akan banyak perbedaan cara pandang.
Namun demikian, ia mengingatkan jika Pemilu 2024 menggunakan e-voting, KPU harus bisa memberikan keyakinan dan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat atas penggunakan sistem e-voting tersebut.
“Sebenarnya mau coblos, mau centang, mau e-voting itu, (hanya) kita trust apa nggak. Kan kita pernah coblos, pernah centang, balik coblos lagi kan. Ini soal trust saja,” kata Ganjar Pranowo dikutip Minggu (27/3).
Baca juga:Pemilu 2024 Pakai E-Voting, Begini Respons PDIP
Ganjar menuturkan, di beberapa daerah sudah pernah ada yang mencoba sistem e-voting, meski tidak digelar resmi oleh KPU, melainkan hanya pemilihan kepala desa di Provinsi Bali.
“Ketika kemudian trust menjadi keputusan, tinggal disiapkan sarana prasarananya dan sistemnya betul-betul terjaga,” ujarnya.
Sembari menyiapkan e-voting, KPU bisa menggandeng para ahli untuk meriset apakah memang bisa dilakukan e-voting atau tidak. Karena yang pasti juga akan banyak perbedaan cara pandang.