OJK: Bank Wakaf Mikro Pesantren Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Fajar adhitya
Senin, 28 Maret 2022 - 13:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Wakaf Mikro (BWM) memiliki peran signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Bank Wakaf Mikro dapat membantu perekonomian masyarakat kecil di sekitar pesantren melalui pembiayaan modal usaha produktif dan pembinaan usaha.
"OJK mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro sebagai bentuk penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dilansir siaran pers, Senin (28/3/2022).
OJK mencatat, sejak diluncurkan lima tahun lalu, saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 55 ribu nasabah.
Baca Juga:Platform LBS Urun Dana Gairahkan Permodalan Halal bagi Pelaku UKM
Akumulasi penyaluran pembiayaan sampai dengan posisi 22 Maret 2022 mencapai Rp87,2 miliar. Di ibu kota, keberadaan BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangungan menjadi BWM pertama di DKI Jakarta dan dibentuk melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI.
Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyakarat. Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam peresmian BWM di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan, Jakarta.
Kehadiran BWM merupakan bagian dari eksistensi lembaga keuangan mikro syariah yang terus direalisasikan oleh pemerintah di dalam memaksimalkan potensi pesantren. Wapres menekankan BWM harus dikelola secara profesional agar terjaga keberlangsungannya serta kapasitasnya dapat dikembangkan.
"OJK mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro sebagai bentuk penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dilansir siaran pers, Senin (28/3/2022).
OJK mencatat, sejak diluncurkan lima tahun lalu, saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 55 ribu nasabah.
Baca Juga:Platform LBS Urun Dana Gairahkan Permodalan Halal bagi Pelaku UKM
Akumulasi penyaluran pembiayaan sampai dengan posisi 22 Maret 2022 mencapai Rp87,2 miliar. Di ibu kota, keberadaan BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangungan menjadi BWM pertama di DKI Jakarta dan dibentuk melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI.
Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyakarat. Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam peresmian BWM di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan, Jakarta.
Kehadiran BWM merupakan bagian dari eksistensi lembaga keuangan mikro syariah yang terus direalisasikan oleh pemerintah di dalam memaksimalkan potensi pesantren. Wapres menekankan BWM harus dikelola secara profesional agar terjaga keberlangsungannya serta kapasitasnya dapat dikembangkan.