LANGIT7.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Wakaf Mikro (BWM) memiliki peran signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Bank Wakaf Mikro dapat membantu perekonomian masyarakat kecil di sekitar pesantren melalui pembiayaan modal usaha produktif dan pembinaan usaha.
"OJK mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro sebagai bentuk penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dilansir siaran pers, Senin (28/3/2022).
OJK mencatat, sejak diluncurkan lima tahun lalu, saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 55 ribu nasabah.
Baca Juga: Platform LBS Urun Dana Gairahkan Permodalan Halal bagi Pelaku UKMAkumulasi penyaluran pembiayaan sampai dengan posisi 22 Maret 2022 mencapai Rp87,2 miliar. Di ibu kota, keberadaan BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangungan menjadi BWM pertama di DKI Jakarta dan dibentuk melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI.
Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyakarat. Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam peresmian BWM di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan, Jakarta.
Kehadiran BWM merupakan bagian dari eksistensi lembaga keuangan mikro syariah yang terus direalisasikan oleh pemerintah di dalam memaksimalkan potensi pesantren. Wapres menekankan BWM harus dikelola secara profesional agar terjaga keberlangsungannya serta kapasitasnya dapat dikembangkan.
"Eksistensi BWM tidak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat kecil yang sulit mengakses lembaga keuangan formal karena berbagai syarat perbankan dan mengenai aturan-aturan. BWM ini sangat sederhana, tidak perlu agunan, tidak perlu sistem kredit yang bankable,” kata Wapres.
Baca Juga: BPKH Gelar GIIF 2022, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Syariah GlobalBersamaan dengan peresmian BWM, OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta juga telah menginisiasi gerakan mendukung ekonomi hijau dengan program Biokonversi Sampah Organik Menggunakan Lalat Black Soldier Fly (BSF), di mana salah satu lokasi pilot project-nya berada di kompleks Yayasan Pondok Karya Pembangunan.
"Program ini kami harapkan dapat menjadi upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menjadi solusi green economy atas permasalahan sampah yang berdampak pada penurunan emisi gas-gas rumah kaca serta memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi," kata Wimboh.
Potensi budidaya maggot (larva dari jenis lalat BSF) hidup secara keseluruhan mencapai Rp6,39 triliun per tahun dan dapat menyerap SDM sebanyak 1,53 juta orang. Seluruh hasil produksi dan produk sampingan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan (unggas, ikan, dan burung) dan pupuk organik. Implementasi program biokonversi sampah organik sangat mudah dan murah serta tidak menularkan bakteri pada manusia.
Baca Juga: Pratama Arhan Siap Jalani Ibadah Puasa Ramadhan di Tokyo(zhd)