home sports

Cabor Ingin Berangkat Mandiri ke SEA Games 2022, KOI Tutup Pintu

Kamis, 31 Maret 2022 - 08:35 WIB
Ilustrasi cabang olahraga balap sepada jalan raya. Foto: Langit7.id/iStock
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengatakan bahwa pihaknya menutup pintu kepada induk cabang olahraga yang ingin memberangkatkan atletnya dengan biaya mandiri ke SEA Games Vietnam karena beberapa pertimbangan. Hal tersebut disampaikan langsungSekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono.

Seusai jumpa pers pengumuman kontingen Indonesia ke SEA Games, Ferry menegaskan, hanya 476 atlet dari 31 cabang olahraga yang akan diberangkatkan dengan biaya APBN. Hal tersebut sesuai dengan keputusan tim review dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Baca Juga:Atletik Indonesia Targetkan Tujuh Emas di SEA Games Vietnam

Dia menambahkan pengiriman atlet secara mandiri juga tidak memungkinkan karena batas akhir pendaftaran entry by name kontingen SEA Games Vietnam akan berakhir pada 31 Maret. "Mengingat waktu (entry by name) yang sangat terbatas dengan (pertimbangan) rekam jejak (prestasi), karena mandiri pun kita lakukan review. Dari hasil review di sport development KOI kami tidak akan mengusulkan atlet yang akan bertanding secara mandiri," ungkap Ferry di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

"Saya tidak melihat potensi ‘nakal’ mengingat form entry by name harus dikirimkan dengan tanda tangan Sekjen KOI," tambah dia.

Pemerintah memutuskan untuk mengurangi jumlah cabang olahraga yang akan dikirimkan ke SEA Games 2022 karena pertimbangan keterbatasan anggaran dan tingkat prioritas. Namun, ada beberapa induk cabang olahragayang berniat untuk mengirimkan atletnya secara mandiri seandainya tidak dipilih untuk diberangkatkan ke multievent dua tahunan itu dengan menggunakan biaya APBN, salah satunya Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

Baca Juga:Resmi, SEA Games Vietnam akan Digelar 12-23 Mei 2022
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sea games ferry j kono koi olahraga indonesia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya