Transformasi Digital Menjadi Kunci Ketahanan Pelaku Usaha di Indonesia
Hasanah syakim
Ahad, 03 April 2022 - 21:40 WIB
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (foto: kemenparekraf)
Potensi ekonomi digital di Indonesia begitu besar sehingga mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk bisa memanfaatkan hal tersebut dengan baik.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, transformasi digital menjadi kunci ketahanan banyak pelaku usaha di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19.
“Berdasarkan hasil riset Google, Bain & Company pada Laporan e-Conomy South East Asia 2021, ada empat perkembangan positif terkait ekonomi digital Indonesia selama 2020 dan paruh pertama 2021,” kata Angela dala keterangan pers dikutip Ahad (3/4/2022).
Menurutnya, keempatnya adalah peningkatan sebanyak 21 juta konsumen digital baru, nilai GMV (nilai barang dagangan kotor/gross merchandise value) di Indonesia diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan Year on Year sebesar 49 persen.
Baca juga:Bangkitkan Ekonomi, Menparekraf Kembangkan Wisata Halal di Bangkalan
“Ada 28 persen pelaku usaha di Indonesia yang menyatakan bahwa mereka tidak akan bertahan selama pandemi jika bukan karena platform digital, dan Indonesia menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara,” katanya.
Selain itu, Kementerian Perdagangan memprediksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan tumbuh menjadi Rp4.531 triliun pada tahun 2030 dengan sektor e-commerce menjadi pendorong utama.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, transformasi digital menjadi kunci ketahanan banyak pelaku usaha di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19.
“Berdasarkan hasil riset Google, Bain & Company pada Laporan e-Conomy South East Asia 2021, ada empat perkembangan positif terkait ekonomi digital Indonesia selama 2020 dan paruh pertama 2021,” kata Angela dala keterangan pers dikutip Ahad (3/4/2022).
Menurutnya, keempatnya adalah peningkatan sebanyak 21 juta konsumen digital baru, nilai GMV (nilai barang dagangan kotor/gross merchandise value) di Indonesia diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan Year on Year sebesar 49 persen.
Baca juga:Bangkitkan Ekonomi, Menparekraf Kembangkan Wisata Halal di Bangkalan
“Ada 28 persen pelaku usaha di Indonesia yang menyatakan bahwa mereka tidak akan bertahan selama pandemi jika bukan karena platform digital, dan Indonesia menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara,” katanya.
Selain itu, Kementerian Perdagangan memprediksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan tumbuh menjadi Rp4.531 triliun pada tahun 2030 dengan sektor e-commerce menjadi pendorong utama.