LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya membangkitkan ekonomi Tanah Air usai terdampak pandemi selama lebih dari dua tahun. Salah satunya dengan mengembangkan wisata halal di Bangkalan, Jawa Timur.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan konsep wisata halal ini berfokus pada extension of service dengan mengusung tiga konsep. "Wisata halal adalah tambahan layanan atau extended services ada tiga kategori layanan yang pertama yang harus ada adalah makanan halal, tempat ibadah, water friendly washroom dan no islamaphobia. Kemudian, Good to have dan Nice to Have," ujar
Menparekraf dalam siaran pers, Sabtu (2/4/2022).
Baca Juga: Makanan Halal hingga Masjid Terdekat, Ini 6 Aplikasi untuk Pelancong Solo WanitaKonsep tersebut dijabarkan pada lima komponen, antara lain hotel halal, transportasi halal, makanan halal, paket tur halal dan keuangan halal. Sandiaga pun yakin jika pariwisata halal di Bangkalan ini akan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setempat.
"Bangkalan sudah punya modal infrastruktur pendukung secara holistik seperti nanti akan dibangun Islamic Science Park. Kami yakin pariwisata halal ini akan membangkitkan ekonomi di Madura Raya dan membuka peluang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (
parekraf)," kata Sandiaga.
Baca Juga: Lombok, Surga Wisata Halal di Pulau Seribu MasjidIstimewanya, lanjut Sandi,
wisata halal di Indonesia berhasil menarik devisa dari wisatawan muslim global dengan optimal. Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia sebesar USD200,3 miliar atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global sebesar 1,66 triliun dolar AS.
"Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke-5 dari Top 5 Negara Muslim Traveler dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait," ungkap Sandiaga.
Baca Juga:
Sandiaga Uno: Wisata Halal Bukan Mensyariahkan Destinasi
NTB Bakal Jadi Model Pengembangan Wisata Ramah Muslim(asf)