LANGIT7.ID, Jakarta - Potensi ekonomi digital di Indonesia begitu besar sehingga mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk bisa memanfaatkan hal tersebut dengan baik.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, transformasi digital menjadi kunci ketahanan banyak pelaku usaha di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19.
“Berdasarkan hasil riset Google, Bain & Company pada Laporan e-Conomy South East Asia 2021, ada empat perkembangan positif terkait ekonomi digital Indonesia selama 2020 dan paruh pertama 2021,” kata Angela dala keterangan pers dikutip Ahad (3/4/2022).
Menurutnya, keempatnya adalah peningkatan sebanyak 21 juta konsumen digital baru, nilai GMV (nilai barang dagangan kotor/gross merchandise value) di Indonesia diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan Year on Year sebesar 49 persen.
Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Menparekraf Kembangkan Wisata Halal di Bangkalan“Ada 28 persen pelaku usaha di Indonesia yang menyatakan bahwa mereka tidak akan bertahan selama pandemi jika bukan karena platform digital, dan Indonesia menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara,” katanya.
Selain itu, Kementerian Perdagangan memprediksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan tumbuh menjadi Rp4.531 triliun pada tahun 2030 dengan sektor e-commerce menjadi pendorong utama.
Terlebih, pemahaman mengenai ekonomi digital dan peluangnya perlu tersebar luaskan kepada generasi muda Indonesia agar bisa berperan aktif dan mengambil bagian dari potensi pertumbuhan ekonomi digital ini.
"Mulai dari pengenalan akan permodalan jenis baru seperti fintech, hypertargeting atau marketing yang customized, dan penggunaan analisis big data yang bisa memberikan insight market yang lebih produktif dan efisien,” ujar Angela.
“Ada pula penggunaan IoT untuk meng-collect data, cloud dan blockchain technology, NFTs, serta metaverse dan lain sebagainya, yang saya yakin tidak asing di telinga kalian semua,” katanya.
Baca Juga: Makanan Halal hingga Masjid Terdekat, Ini 6 Aplikasi untuk Pelancong Solo WanitaMenurut Angela, terkait tantangan ke depan bagaimana generasi muda bisa memaksimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta melahirkan inovasi baru untuk memecahkan isu-isu sosial bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di mana menurutnya pemerintah menaruh perhatian besar yang telah diberikan terhadap perkembangan ekonomi digital di tanah air. "Dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia, Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 untuk mempercepat dan meningkatkan pemanfaatan serta pengembangan teknologi," kata Angela.
Angela menjelaskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan pendukungan untuk mengembangkan SDM dengan program upskilling, reskilling, sertifikasi, dan entrepreneurship di sektor parekraf yang terfokus pada human-centered society yang berbasis teknologi, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku parekraf di Indonesia.
“Selain itu, Kemenparekraf secara konsisten juga melakukan program onboarding dan pendampingan usaha masuk ke platform digital, serta pelatihan manajemen bisnis, fasilitasi akses permodalan, pemasaran, events, dan fasilitasi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” tuturnya.
Angela menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital, sebagai generasi muda penerus bangsa, terus tingkatkan wawasan, pengalaman dan networking, serta suatu saat bersama-sama dalam membangun tanah air tercinta.
(sof)