Lilin Aroma Buatan Boyolali Laris Hingga Pasar Eropa
Arif purniawan
Rabu, 06 April 2022 - 13:02 WIB
Pekerja menyelesaikan pengepakan lilin aroma untuk dipasarkan ke marketplace (foto: istimewa)
Naturaline, produsen pembuatan lilin aroma terapi asal Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali Jawa Tengah, sukses memasarkan produknya tidak hanya di kota-kota di Indonesia, melainkan hingga Eropa, yakni Italia.
Usaha pembuatan lilin aroma terapi ini dirintis pada 2008 oleh Arini Khoiriyah bersama mendiang suaminya. Ia membuka usaha pembuatan lilin aroma terapi berbekal pengalaman bekerja di perusahaan pengolahan minyak sawit, salah satunya bahan lilin. Selain itu, juga memproduksi hampers, atau keranjang kecil terbuat dari anyaman rotan.
Arini mengatakan, lilin produksinya berbeda dari lilin yang dijual pada umumnya. Jika lilin pada biasanya menggunakan bahan dasar parafin dari minyak bumi yang tidak terbarukan. Lilin produksinya berbahan terbarukan, minyak kelapa sawit dicampur dengan wewangian.
Baca juga:4 Modal Pembuka Rezeki dalam Berdagang, Ikuti Sunnah Rasul
“Lilin kami ketika dinyalakan tidak menimbulkan jelaga, jadi ramah lingkungan. Selain itu kita pakai aroma yang banyak fungsinya, seperti sereh yang bisa untuk mengusir nyamuk selain wangi-wangian lainnya,” kata Arini, Rabu (6/4/2022).
Lilin hasil produksinya tersebut dikerjakan secara rumahan. Jika permintaan sedang tinggi, tak segan ia mempekerjakan ibu-ibu di sekitar rumah. Bahkan pernah sampai merekrut 30 ibu-ibu, untuk memenuhi permintaan pasar.
Untuk meningkatkan nilai jual, lilin tidak dipasarkan dalam model lilin yang dibungkus karton kecil seperti yang dijual di toko pada umumnya. Akan tetapi dikemas dalam wadah hampers, atau keranjang anyaman sehingga kelihatan lebih mewah dan elegan.
Usaha pembuatan lilin aroma terapi ini dirintis pada 2008 oleh Arini Khoiriyah bersama mendiang suaminya. Ia membuka usaha pembuatan lilin aroma terapi berbekal pengalaman bekerja di perusahaan pengolahan minyak sawit, salah satunya bahan lilin. Selain itu, juga memproduksi hampers, atau keranjang kecil terbuat dari anyaman rotan.
Arini mengatakan, lilin produksinya berbeda dari lilin yang dijual pada umumnya. Jika lilin pada biasanya menggunakan bahan dasar parafin dari minyak bumi yang tidak terbarukan. Lilin produksinya berbahan terbarukan, minyak kelapa sawit dicampur dengan wewangian.
Baca juga:4 Modal Pembuka Rezeki dalam Berdagang, Ikuti Sunnah Rasul
“Lilin kami ketika dinyalakan tidak menimbulkan jelaga, jadi ramah lingkungan. Selain itu kita pakai aroma yang banyak fungsinya, seperti sereh yang bisa untuk mengusir nyamuk selain wangi-wangian lainnya,” kata Arini, Rabu (6/4/2022).
Lilin hasil produksinya tersebut dikerjakan secara rumahan. Jika permintaan sedang tinggi, tak segan ia mempekerjakan ibu-ibu di sekitar rumah. Bahkan pernah sampai merekrut 30 ibu-ibu, untuk memenuhi permintaan pasar.
Untuk meningkatkan nilai jual, lilin tidak dipasarkan dalam model lilin yang dibungkus karton kecil seperti yang dijual di toko pada umumnya. Akan tetapi dikemas dalam wadah hampers, atau keranjang anyaman sehingga kelihatan lebih mewah dan elegan.