LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 modal untuk
membuka rezeki dalam berdagang. Cara ini menjadi pedoman umat Islam, karena mengikuti
sunnah Rasul ketika bertransaksi jual-beli.
Nabi Muhammad juga merupakan seorang pelaku usaha. Karena itulah ada etika dan adab dalam berbisnis sebagaimana dalam sebuah hadist:
"Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang." (Muttafaqun Alaihi).
Baca Juga: Kiat Sukses Berdagang Tauladan Nabi Muhammad SAWBerikut 4 modal untuk membuka rezeki dalam berdagang:
1. JujurMelihat hadist di atas disebutkan bahwa dalam jual beli ada tawar-menawar. Baik pembeli dan penjual wajib untuk berkata jujur saat bertransaksi, sehingga tidak merugikan salah satu pihak.
Dalam berbisnis tak hanya mencari profit saja melainkan menyertakan keberkahan juga. Sebab umat Islam lebih membutuhkan ridho Allah dalam menjalani kehidupan.
2. AmanahDalam hadist dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti)."
3. Murah HatiNabi Muhammad dalam sebuah hadist mengatakan, "Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan." (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).
Dari hadits diatas termasuk etika bisnis adalah bermurah hati pada konsumen, dengan sikap murah hati kita dapat menarik konsumen lebih banyak, mereka merasa dihargai, merasa dihormati, merasa nyaman, terciptanya sebuah kepuasan bisnis dan komunikasi yang baik.
4. Tak Lupa AkhiratDalam berdagang pun tidak boleh sampai melupakan akhirat. Mencari duniawi memang tidak dilarang, namun perlu batasan, karena cita-cita terakhir seorang muslim ialah akhiratnya.
Nabi berkata dalam sebuah hadist: "Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara pula. Mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat, meraka mencintai kehidupan dan melupakan kematian, mereka mencintai gedung-gedung dan melupakan kuburan, mereka mencintai harta benda dan melupakan hisab di akhirat, mereka mencintai mahluk dan melupakan khaliqnya.
(bal)