Tergiur Return Cepat, Ini 3 Faktor Penyebab Terjerat Investasi Bodong
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 07 April 2022 - 09:37 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Terkuaknya kasus dugaan penipuan investasi ilegal yang dilakukan Indra Kesuma atau Indra Kenz dan Doni Salmanan, membuka fakta baru bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya melek investasi.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) 1, di Indonesia jumlah investor pasar modal telah mencapai hampir 8,1 juta investor per akhir Februari 2022. Angka tersebut didominasi generasi milenial.
Namun, sayangnya investor dari generasi milenial ini lebih mengutamakan hasil return cepat tanpa memperhatikan risiko mulai dari kerugian, menurunnya nilai pasar, bahkan terjerat kasus penipuan investasi ilegal.
Baca juga: Peneliti INDEF: Ada Tiga Faktor Krusial dalam Investasi Bodong
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing menyebut ada tiga faktor utama yang menyebabkan masyarakat terjerat dalam investasi bodong.
"Faktor pertama, sifat alami manusia yang ingin cepat kaya dan biasanya mudah tertipu dengan gaya hidup yang dipamerkan di platform media sosial atas hasil investasi," jelas Tongam dalam webinar “Hati-Hati Investasi Bodong”, Rabu (6/4/2022).
Faktor kedua, Tongam melanjutkan, banyak masyarakat yang sudah mengetahui risiko dan kerugian tapi masih tetap nekat untuk berinvestasi legal dengan pikiran untuk meraih keuntungan daripada tidak sama sekali.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) 1, di Indonesia jumlah investor pasar modal telah mencapai hampir 8,1 juta investor per akhir Februari 2022. Angka tersebut didominasi generasi milenial.
Namun, sayangnya investor dari generasi milenial ini lebih mengutamakan hasil return cepat tanpa memperhatikan risiko mulai dari kerugian, menurunnya nilai pasar, bahkan terjerat kasus penipuan investasi ilegal.
Baca juga: Peneliti INDEF: Ada Tiga Faktor Krusial dalam Investasi Bodong
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing menyebut ada tiga faktor utama yang menyebabkan masyarakat terjerat dalam investasi bodong.
"Faktor pertama, sifat alami manusia yang ingin cepat kaya dan biasanya mudah tertipu dengan gaya hidup yang dipamerkan di platform media sosial atas hasil investasi," jelas Tongam dalam webinar “Hati-Hati Investasi Bodong”, Rabu (6/4/2022).
Faktor kedua, Tongam melanjutkan, banyak masyarakat yang sudah mengetahui risiko dan kerugian tapi masih tetap nekat untuk berinvestasi legal dengan pikiran untuk meraih keuntungan daripada tidak sama sekali.