LANGIT7.ID - , Jakarta - Kepolisian berhasil menangkap Indra Kenz dan Doni Salmanan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan investasi bodong, aplikasi Binomo dan Quotex.
Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda mengatakan ada tiga faktor yang cukup krusial dalam fenomena investasi bodong ini.
Baca juga: 5 Tips Terhindar Jebakan Flexing, Ampuh Hadapi Investasi Bodong"Pertama dari sisi pemerintah, sisi masyarakat, dan literasi digital. Dari sisi pemerintah, ternyata pemerintah tidak mampu untuk membendung atau memagari situs-situs dan aplikasi yang diduga ilegal," ujar Huda kepada Langit7, Senin (14/3/2022).
Kemudian, lanjut Huda, dari sisi masyarakat, yang dimana relatif rendah secara ekonomi dan pengetahuan kalau di Indonesia. Literasi keuangan dan investasi masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Mereka belum mengetahui secara mendalam apa dampak dari investasi, asuransi, maupun kredit.
"Ketiga adalah literasi digital di Indonesia hal ini tampaknya cukup jauh. Jika dilihat masyarakat cukup mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Mereka gampang sekali terpengaruh dari influencer ataupun Youtuber yang memamerkan hartanya di media sosial. Masyarakat menerima informasi bahwa mereka saja bisa kaya dengan mudah makanya mereka juga harus bisa," ucapnya.
Baca juga: Hati-hati, High Return Low Risk sama dengan Investasi BodongMenurut pengamatan Huda, masyarakat saat ini belum bisa menyaring informasi apapun yang diterima dari para
influencer. Oleh karena literasi keuangan dan literasi digital yang masih rendah, maka memudahkan masyarakat tertipu dengan investasi bodong yang dipromosikan afiliator.
(est)