Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hati-hati, High Return Low Risk sama dengan Investasi Bodong

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 19 Februari 2022 - 06:58 WIB
Hati-hati, High Return Low Risk sama dengan Investasi Bodong
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Meski tengah ada di masa pandemi, namun minat masyarakat untuk berinvestasi masih tetap ada. Terlebih dengan dukungan teknologi untuk berinvestasi makin memudahkan investor dalam menanamkan modalnya.

Namun, di saat yang sama masyarakat atau investor dituntut untuk teliti dalam memilih tempat berinvestasi. Perencana keuangan bersertifikasi Indra Hadiwidjaja mengatakan jangan terjebak dengan investasi yang menjanjikan hasil tinggi tanpa risiko. Sebab sebagian besarnya adalah bohong.

Baca juga: Investasi Pada Masa Rasulullah, Bisa Untung Meski Tak Punya Uang

"Sekarang ini untuk investasi sudah begitu banyak pilihan, termasuk di dalamnya investasi yang beneran, maupun investasi bodong. Nah ini yang harus dipelajari. Jangan sampai kita salah masuk ke dalam sebuah investasi yang ternyata investasi itu bodong. Bukan untung malah hilang semua uangnya. Ini yang perlu diwaspadai teman-teman yang baru mulai pengen berinvestasi," katanya kepada Langit7, Rabu (18/2/2022).

Menurut dia, sebelum memulai berinvestasi yang harus dipelajari dulu adalah legalitasnya, apakah menjamin risiko dan sebagainya. Dengan kata lain, Indra mengatakan, calon investor harus mengenal dan mempelajari instrumen investasi yang dipilihnya.

"Jadi sebelum kita investasi misal 'saya mau investasi saham, katanya saham itu bagus' nah sebelum kita berinvestasi saham ini, alangkah baiknya kita mengikuti pelatihan-pelatihan tentang saham. Sebelum kita masuk ke investasi crypto misalnya dia belajar dulu crypto itu seperti apa. Sesudah kita mengerti dan yakin benar, barulah kita masukkan uang ke sana," jelas Indra.

Terkait waktu yang tepat untuk berinvestasi, Founder Cashflow Club Jakarta ini mengatakan setiap kali Anda merima uang, maka itu waktu yang tepat. Misalnya berasal dari gaji atau komisi dan sebagainya, sisihkan sebagian untuk modal investasi dengan begitu akan terbentuk sebuah kebiasaan.

"Investasi itu adalah sebuah kebiasaan. Kalau misalnya seseorang tidak dilatih atau tidak terbiasa dengan berinvestasi dan dia terbiasa dengan menghabiskan saja, maka setiap bulan pasti habis terus. Tapi kalau misalnya dia sudah melatih seperti 'setiap bulan saya minimal berinvestasi 20 persen dari penghasilan saya dan sisanya saya habiskan', itu terbentuk dari kebiasaan. Dan itu tidak terasa kalau akhir tahun selama 12 bulan dia menjalaninya, ternyata dia sudah menyimpan 240 persen dari penghasilannya dan ini adalah sebuah kebiasaan," terangnya.

Menurut Indra, ada tiga tahapan yang harus dilalui sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Pertama, memiliki penghasilan yang cukup, kedua, siapkan dana darurat dan yang ketiga siapkan proteksi atau asuransi.

Berinvestasi juga tidak dilakukan dengan asal-asalan harus memiliki tujuan. Bagi Indra ada dua metode investasi yaitu asal tanam modal saja dan membuat pos-pos investasi. Dengan begitu, target investasi pun bisa terpenuhi.

Baca juga: Cryptocurrency Bukan Instrumen Investasi yang Tepat dan Tidak Sesuai Syariat

"Asal investasi saja, misal yasudah pokoknya apapun kebutuhannya, di masukkan ke dalam satu kantong. Itu boleh, tapi akan jauh lebih detail kalau misal kita sudah menghitung, '5 tahun dari sekarang saya mau nikah kemudian biaya nikah itu sekarang adalah 200 juta, jika 5 tahun dari sekarang kurang lebih sudah menjadi 350 juta, nah ini saya mau bikin satu kantong sendiri untuk mencukupi 350 juta dari sekarang. Kemudian, nanti kalau misalnya 5 tahun lagi saya menikah, dan anak saya 23 tahun yang akan datang akan masuk kuliah, maka saya harus siapkan dananya dari sekarang'," ucapnya.

Bila berbicara investasi secara umum, Indra memberi saran untuk pemula adalah coba menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan untuk modal investasi.

"Nanti sepanjang jalan akan jauh lebih baik kalau kita pisah-pisah untuk investasinya. Supaya jadi lebih terarah investasinya," tutup Indra.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)