Kominfo Dorong Isu Kesehatan jadi Prioritas Presidensi G20
Hasanah syakim
Kamis, 07 April 2022 - 19:42 WIB
ilustrasi (foto: istimewa)
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatikam Dedy Permadi mendorong isu kesehatan menjadi salah satu pembahasan prioritas pada Presidensi G20 Indonesia, hal tersebut bertepatan dengan Hari kesehatan Dunia setiap 7 April.
Menurut Dedy, Indonesia butuh dorongan tata kelola kesehatan yang lebih tangguh pascapandemi Covid-19 yang berkaitan dengan isu arsitektur kesehatan global.
“Isu kesehatan yang didorong Indonesia melalui forum G20 tidak semata didasari pada kondisi dunia selama pandemi, namun, juga memiliki kepentingan nasional,” ujarnya dalam keterangan persnya dikutip Kamis (7/4/2022).
Baca juga:Maudy Ayunda Berbagi Cerita saat Diminta Jadi Jubir Presiden G20
Dedy mencontohkan dengan pembahasan isu arsitektur kesehatan di forum internasional ini, Indonesia bisa bekerja sama untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh supaya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik.
“Di tengah pandemi ini, sektor kesehatan tidak luput dari digitalisasi. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah banyak orang yang menggunakan aplikasi telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa berkunjung ke rumah sakit,” katanya.
Menurut Desy, digitalisasi bidang kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok.
Menurut Dedy, Indonesia butuh dorongan tata kelola kesehatan yang lebih tangguh pascapandemi Covid-19 yang berkaitan dengan isu arsitektur kesehatan global.
“Isu kesehatan yang didorong Indonesia melalui forum G20 tidak semata didasari pada kondisi dunia selama pandemi, namun, juga memiliki kepentingan nasional,” ujarnya dalam keterangan persnya dikutip Kamis (7/4/2022).
Baca juga:Maudy Ayunda Berbagi Cerita saat Diminta Jadi Jubir Presiden G20
Dedy mencontohkan dengan pembahasan isu arsitektur kesehatan di forum internasional ini, Indonesia bisa bekerja sama untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh supaya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik.
“Di tengah pandemi ini, sektor kesehatan tidak luput dari digitalisasi. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah banyak orang yang menggunakan aplikasi telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa berkunjung ke rumah sakit,” katanya.
Menurut Desy, digitalisasi bidang kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok.